Banjir dan Longsor di Tapteng
Warga Hutanabolon Ungkap Detik-detik Banjir Hampir Hilangkan 1 Kampung: Kayu dan Batu Hujani Kami
Perkampungan yang tenang di perbukitan, hijau dengan sungai kecil mengalir jernih masih sepi aktifitas.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Selasa 25 November 2025lalu, sekira pukul 09:00 WIB, di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah hujan deras tengah mengguyur wilayah tersebut.
Perkampungan yang tenang di perbukitan, hijau dengan sungai kecil mengalir jernih masih sepi aktifitas.
Bangun Tarihoran, pria yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum dan 5 anggota keluarganya pun sedang bersantai, menikmati pagi seperti biasa.
Namun tiba-tiba, suasana mendadak berubah menjadi mencekam.
Baca juga: Pohon Terang di Siantar Sudah Diaktifkan untuk Warnai Suka Cita Natal Tahun 2025
Baca juga: Petentengan Bawa Sajam Diduga Hendak Tawuran, Belasan Remaja Digiring ke Polres Tanah Karo
Baca juga: Jeritan Sejumlah Petani di Tukka Tapteng, Puluhan Hektare Sawah Siap Panen Habis Diterjang Banjir
Air datang dari sisi kiri dan bagian depan rumah begitu besar secara drastis.
Kemudian, kayu gelondongan tak terkira jumlahnya juga turun dari perbukitan disertai air seperti hujan menghantam pemukiman.
Ditambah, batu-batu gunung berukuran besar ikut turun menghancurkan rumah warga yang paling dekat dengan bukit, serta sungai.
"Biasanya kalau hujan deras, hanya banjir sedikit gak apa-apa kan. Ini 10 menit datang air dan kayu-kayu suaranya dum, dam, dum, dam,"kata Bangun Tarihoran, Sabtu (6/12/2025).
Khawatir air semakin tinggi dan nyawa terancam, Bangun beserta keluarganya menyelamatkan diri ke atas atap.
Setelah itu, sebagian dari mereka ada yang memanjat pohon terdekat.
Usai air mulai sedikit surut, barulah mereka turun mencari tempat aman.
Saat itu mereka mulai sadar terjebak tak bisa kemana-mana karena kayu-kayu gelondongan menutup jalan, beserta lumpur yang menumpuk di jalan beraspal.
Selama terisolasi, Bangun dan warga lainnya di Lorong 3, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka mengkonsumsi nasi dari beras seadanya ramai-ramai, ditambah mie instan.
Baca juga: NasDem Desak Polisi Tangkap Pelaku Perambah Hutan Penyebab Banjir di Sumut
Baca juga: Rumahnya Rata dengan Tanah Diterjang Bandang Tapteng, Jafar Matondang: yang Diinjak Ini Rumah Saya
Baca juga: Diduga Hendak Transaksi di Penginapan, Dua Pria Diamankan Kantongi Belasan Paket Sabu
Kemudian, beberapa hari berikutnya mereka menerima bantuan yang diturunkan melalui helikopter.
Itupun mereka harus saling berebut siapa cepat, ia dapat.
| Tangis Penyintas Banjir Tirawan Pecah, Lemang Jadi Penawar Lara Lebaran dan Bangun Huntara Mandiri |
|
|---|
| Pembangunan Huntara Tak Kunjung Selesai, Korban Banjir di Tapteng Bangun Rumah Mandiri |
|
|---|
| Hutanabolon Kembali Banjir, Bupati: Tanggul yang Telah Dibangun Jebol, Warga Mengungsi Kembali |
|
|---|
| Dua Bulan Usai Banjir, Begini Kondisi Belajar Mengajar di MAN 1 Tapteng |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Minta Mendagri Batalkan Pemangkasan Dana Transfer setelah Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bangun-Tarihoran-korban-banjir-bandang-di-Lorong-3-Kelurahan.jpg)