Banjir dan Longsor di Tapteng
Pembangunan Huntara Tak Kunjung Selesai, Korban Banjir di Tapteng Bangun Rumah Mandiri
Terlihat warga bahu membahu membangun rumah mereka dengan menggunakan material kayu-kayu panjang.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk penyintas banjir di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, tak kunjung rampung hingga hari ini, Jumat (20/2/2026).
Pantauan Tribun Medan, Senin (16/2/2026), banyak warga yang mulai membangun rumahnya sendiri.
Terlihat warga bahu membahu membangun rumah mereka dengan menggunakan material kayu-kayu panjang.
Kayu-kayu itu didapat mereka dari banjir bandang beberapa waktu lalu.
Mereka mendirikan rumah di area simpang Hutanabolon-Sipange atau berdekatan dengan posko pengungsian di Tanah Merah.
Tanah di tempat mereka membangun hunian itu cukup datar dan tinggi. Sehingga diyakini warga, banjir tidak akan melanda area tersebut.
Pembangunan rumah sementara secara mandiri ini dilakukan, karena telah cukup padatnya posko pengungsian di Tanah Merah tersebut.
Lurah Hutanabolon Polma Pakpahan mengatakan, pembangunan rumah secara mandiri oleh warga dilakukan sebagai tempat berteduh sementara.
"Paling beberapa orang gak banyak itu mereka ambil dari lahan kayu yang terbawa banjir mereka bikin rumah-rumah sederhana sekalian menunggu Huntara atau Hutanp jadi," katanya kepada Tribun Medan, Jumat (20/2/2026).
Dikatakannya, di tempat pengungsian cukup penuh.
Sementara, kalau kembali ke rumahnya di Hutanabolon, itu cukup berbahaya karena saat ini sudah menjadi tempat langganan banjir.
"Untuk berteduh sementara atau shelter lah. Karena kalau tinggal di bawah banjr lagi," katanya.
Diterangkannya, pembangunan shelter oleh warga ini dilakukan selain menunggu hunian dari pemerintah selesai, juga menunggu pembangunan tanggul sungai di Hutanabolon selesai.
"Jadi menunggu tanggul sungai jadi dah huntara atau huntap jadi, mereka membuat rumah shelter seperti itu," tuturnya.
Polma juga mengatakan, hasil tinjauan Gubsu Bobby Nasution pada Kamis (19/2/2026) kemarin, adalah fokus ke pembangunan tanggul sungai.
| Tangis Penyintas Banjir Tirawan Pecah, Lemang Jadi Penawar Lara Lebaran dan Bangun Huntara Mandiri |
|
|---|
| Hutanabolon Kembali Banjir, Bupati: Tanggul yang Telah Dibangun Jebol, Warga Mengungsi Kembali |
|
|---|
| Dua Bulan Usai Banjir, Begini Kondisi Belajar Mengajar di MAN 1 Tapteng |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Minta Mendagri Batalkan Pemangkasan Dana Transfer setelah Bencana |
|
|---|
| Ratusan Siswa di Tapteng Belajar di Pengungsian, Disdik: 2 Minggu Lagi Dibuat Sekolah Semi Permanen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gubernur-Sumut-Bobby-Nasution-meninjau-kondisi-rumah.jpg)