Banjir dan Longsor di Tapteng

Rumahnya Rata dengan Tanah Diterjang Bandang Tapteng, Jafar Matondang: yang Diinjak Ini Rumah Saya

Ia merasa masih diberikan keselamatan baik dirinya dan anggota keluarganya yang selamat, tidak tertimbun.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
Jafar Matondang, warga Lorong 3, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah ketika menunjukkan lokasi rumahnya yang hilang akibat banjir bandang, Minggu (7/12/2025). Ia bersyukur keluarganya masih selamat, meski bencana tersebut begitu dahsyat. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Jafar Matondang, warga Lorong 3, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah masih tegar meski kehilangan rumah akibat bencana.

Ia masih membantu tetangganya, sesama korban banjir bandang disertai lumpur, dan kayu gelondongan pada Selasa 25 November lalu.

Mereka berjibaku, berusaha mengeluarkan 2 mobil angkutan umum yang tertimbun lumpur.

Mengenakan topi, kaus berwarna putih, celana panjang dan sepatu boot karet ia terlihat ramah mengarahkan mobil relawan yang membawa bantuan pakaian dan sembako.

Namun dibalik keramahan Jafar, sesungguhnya terdapat kesedihan.

Rumahnya rata dengan tanah, sama sekali tidak terlihat lagi.

Baca juga: Pilu, Warga Hutanabolon 10 Hari Minum Air Banjir karena Tak Ada Air Bersih

Baca juga: AMRIZAL HASIBUAN, Sosok Polisi Berjibaku Evakuasi Nenek dan Cucu Pakai Gedebok Pisang❗

Baca juga: PSDS Deli Serdang Tekad Bangkit Hadapi Batavia FC, Lupakan Kekalahan Perdana, Incar Poin Pertama

Dengan semangat, ia berjalan melewati kayu-kayu gelondongan terbawa banjir menunjukkan posisi rumahnya sebelumnya.

Dia hafal betul letak rumah yang dibangunnya dengan susah payah.

Begitu sampai, ia langsung berdiri di atas lumpur yang mulai agak mengeras dan menunjukkan ukuran dan tempat ia berdiri adalah rumahnya yang sudah rata dengan tanah.

"Inilah lokasi rumah saya,"kata Jafar Matondang, Minggu (7/12/2025).

Jafar mengatakan bencana banjir bandang disertai lumpur, kayu gelondongan terjadi pada Selasa 25 November lalu.

Ia merasa masih diberikan keselamatan baik dirinya dan anggota keluarganya yang selamat, tidak tertimbun.

Sebab, saat kejadian, adiknya dan keponakan sedang berada di dalam rumah, namun berhasil menyelamatkan diri.

Sedangkan Jafar, sedang bekerja sebagai kuli bangunan di Kota Pandan, ketika kejadian.

Selama beberapa waktu belakangan, ia juga tinggal di Kota Pandan dan adiknya yang menempatinya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved