Banjir dan Longsor di Tapteng
Dua Bulan Usai Banjir, Begini Kondisi Belajar Mengajar di MAN 1 Tapteng
Akibatnya, KBM terhenti sementara karena hampir seluruh bangunan tertutup lumpur tebal.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tapanuli Tengah (Tapteng) kini kembali berjalan normal meski proses pemulihan dampak banjir masih terus dilakukan.
Banjir besar yang melanda komplek madrasah di Kecamatan Barus pada 25 November 2025 sempat melumpuhkan aktivitas pembelajaran dan merusak sejumlah fasilitas pendidikan.
Kepala MAN 1 Tapteng, Elmaryanti Marbun, mengatakan banjir dengan ketinggian air hampir dua meter membawa lumpur, material tanah, serta gelondongan kayu yang menggenangi seluruh area madrasah.
Akibatnya, KBM terhenti sementara karena hampir seluruh bangunan tertutup lumpur tebal.
“Sebanyak 22 ruang kelas terdampak langsung. Selain itu, ruang kepala madrasah, ruang tata usaha, ruang guru, laboratorium komputer, perpustakaan, hingga masjid madrasah juga terendam banjir,” ungkap Elmaryanti.
Ia menjelaskan, pada hari ketiga pascabanjir, sejumlah guru mulai mendatangi madrasah untuk meninjau kondisi.
Namun, pembersihan belum dapat dilakukan karena tebalnya lumpur serta keterbatasan akses dan sarana pendukung.
“Kendala utama pada tahap awal adalah terbatasnya mobilisasi di Kecamatan Barus, terutama akibat kelangkaan bahan bakar minyak,” jelasnya.
Memasuki dua minggu pascabanjir, pembersihan mulai dilakukan secara bertahap melalui gotong royong para guru dengan dukungan masyarakat sekitar.
Tujuh ruang kelas, termasuk ruang guru, ditetapkan sebagai prioritas awal pembersihan. Pada tahap ini, siswa belum dilibatkan demi menjaga keselamatan.
Pada 10 Desember 2025, beberapa ruang kelas sudah dapat digunakan untuk pembelajaran terbatas.
Siswa mulai dilibatkan dalam pembersihan ringan, seperti membersihkan meja dan kursi masing-masing. Proses pembersihan tetap berlanjut meski madrasah memasuki masa libur semester.
Upaya pemulihan juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Pemerintah Kecamatan Barus yang menurunkan alat berat untuk membersihkan halaman madrasah, meskipun sempat terhenti akibat kerusakan alat.
“KBM di MAN 1 Tapanuli Tengah kembali aktif pada 5 Januari 2026 dengan sistem pembelajaran bergantian pagi dan siang. Sejak 12 Januari 2026 hingga saat ini, pembelajaran telah berjalan normal,” ujarnya.
Saat ini, kata Elmaryanti, hanya tersisa satu ruang kelas di bagian belakang madrasah yang masih dalam proses pembersihan secara manual.
| Tangis Penyintas Banjir Tirawan Pecah, Lemang Jadi Penawar Lara Lebaran dan Bangun Huntara Mandiri |
|
|---|
| Pembangunan Huntara Tak Kunjung Selesai, Korban Banjir di Tapteng Bangun Rumah Mandiri |
|
|---|
| Hutanabolon Kembali Banjir, Bupati: Tanggul yang Telah Dibangun Jebol, Warga Mengungsi Kembali |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Minta Mendagri Batalkan Pemangkasan Dana Transfer setelah Bencana |
|
|---|
| Ratusan Siswa di Tapteng Belajar di Pengungsian, Disdik: 2 Minggu Lagi Dibuat Sekolah Semi Permanen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/BELAJAR-MENGAJAR-Suasana-kegiatan-belajar.jpg)