Banjir dan Longsor di Tapteng
Jeritan Sejumlah Petani di Tukka Tapteng, Puluhan Hektare Sawah Siap Panen Habis Diterjang Banjir
Di kecamatan ini, ada ratusan hektare sawah ada puluhan kebun buah-buahan mulai dari durian, rambutan, kelapa, dan lain-lain.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kecamatan Tukka Kabupaten Tampan Tengah satu diantara kecamatan yang subur di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Buah-buahan, sayur-sayuran, ikan sungai, padi semua bisa dihasilkan dari tanah Kecamatan Tukka ini.
Warga menyebut Tukka adalah Hidden Gemnya Kabupaten Tapanuli Tengah.
Di kecamatan ini, ada ratusan hektare sawah ada puluhan kebun buah-buahan mulai dari durian, rambutan, kelapa, dan lain-lain.
Air mata air dari pegunungan pun hanya didapat di kecamatan ini.
Baca juga: Gemilang di Porkot Medan 2025, Daffa Maulana Siap Antar Sumut ke PON XXII
Baca juga: PREDIKSI Susunan Pemain Timnas U22 Indonesia, Marselino Absen, Indra Sjafri Pakai Formasi Lama
Baca juga: NasDem Desak Polisi Tangkap Pelaku Perambah Hutan Penyebab Banjir di Sumut
Namun, pasca banjir bandang yang melanda Kecamatan Tukka pada Selasa (25/11/2025) lalu, desa ini hancur lebur.
Padi-padi yang siap panen pun gagal karena telah disapu banjir.
Misalnya sawah milik, Juwita (32). Sambil menunjukkan lokasi sawah miliknya seluas 1 Hektare, ia bercerita hari banjir itu seharusnya mereka mulai memanen sawah.
"Satu hektare sawah kami udah jadi tinggal siap panen habis diterjang banjir. Dari 2 hari sebelumnya sudah mau kami panen kian.
Tapi, hujan terus kami tundalah sampai ternyata bukan rejeki kami sawah kami habis disapu banjir," cerita Juwita kepada Tribun Medan, Minggu (7/12/2025).
Menurutnya satu hektare sawah miliknya itu bisa menghasilkan Rp 5 juta untuk sekali panen.
"Tanah kami ini (Tukka) tanah subur. Di sinilah semua beras, buah-buahan, ikan sungai, di sinilah semua. Ini banjir terparah pertama kali terjadi, sepanjang saya tinggal di sini," jelasnya.
Hal senada juga dirasakan oleh Mistera. Ia juga memiliki sawah seluas 1 Hektare yang siap panen.
Namun juga ludes terbawa banjir.
"Payah bilanglah, sudah enggak terpikirkan lagi. Yang penting selamat semua. Harta benda biarlah hilang," katanya.
| Tangis Penyintas Banjir Tirawan Pecah, Lemang Jadi Penawar Lara Lebaran dan Bangun Huntara Mandiri |
|
|---|
| Pembangunan Huntara Tak Kunjung Selesai, Korban Banjir di Tapteng Bangun Rumah Mandiri |
|
|---|
| Hutanabolon Kembali Banjir, Bupati: Tanggul yang Telah Dibangun Jebol, Warga Mengungsi Kembali |
|
|---|
| Dua Bulan Usai Banjir, Begini Kondisi Belajar Mengajar di MAN 1 Tapteng |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Minta Mendagri Batalkan Pemangkasan Dana Transfer setelah Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Penampakan-puluhan-hektare-sawah-yang-terendam-banjir-dan-lumpur.jpg)