Banjir dan Longsor di Tapteng
4 Anjing K9 Baharkam Polri Dikerahkan Cari 4 Korban Tewas Tertimbun 13 Hari di Desa Bair Tapteng
Anjing-anjing yang terlatih dengan kemampuan Search and Rescue menyusuri area kampung rata dengan tanah.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Sejumlah anjing pelacak atau K9 Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri dikerahkan untuk mencari korban tewas tertimbun longsor di Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (8/12/2025).
Anjing-anjing yang terlatih dengan kemampuan Search and Rescue menyusuri area kampung rata dengan tanah.
Terlihat, personel Polisi membawa tongkat menusuk-nusuk tanah, lalu anjing K9 mengendus lubang bekas tusukan untuk mengidentifikasi korban.
Secara perlahan-lahan baik pelatih dan anjingnya menyusuri area yang diperkirakan lara korban berada.
Baca juga: Rico Waas Kunjungi Mal Pelayanan Publik: Aktivitas Sempat Menurun Dampak Banjir
Baca juga: Tangis dan Harapan di Desa Bair Tapteng, Longsor dan Banjir Ratakan 1 Kampung dan Tewaskan 7 Orang
Baca juga: PARA GURU Kaget, TV Pemberian Prabowo Mendadak Dikembalikan Pencuri Setelah Bikin Laporan ke Polisi
Sedangkan tim Search and Rescue Basarnas, BPBD, TNI dan Polri terlihat fokus menggali lokasi yang sudah berhasil diidentifikasi.
Di Desa Bair ini, sebanyak 7 orang dilaporkan hilang tertimbun longsor pada Selasa 25 November lalu.
Dari 7 orang tersebut, 4 lagi belum ditemukan sampai hari ini.
Kompol Kadarman, Katim K9 Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri mengatakan, untuk operasi di Desa Bair, anjing K9 sudah mengidentifikasi 2 lokasi yang diperkirakan tempat korban tertimbun.
"Kita juga bergabung dengan anggota Basarnas mencari 4 korban lagi yang belum ditemukan. Hari ini kita menemukan dua titik lokasi jenazah,"kata Kompol Kadarman, Senin (8/12/2024).
Sedangkan untuk kendala yang dialami tim dan anjing K9 adalah medan yang sulit karena tak ada alat berat.
Ditambah hujan sering melanda wilayah tersebut.
Baca juga: Prihatin Korban Bencana, Frans Hutajulu Sumbangkan Hadiah Juara WWC Malaysia
Baca juga: Terisak, Ayah dan Ibu Korban Ceritakan Awal Tahu Serma Tengku Dian Tikam Istri hingga Tewas di Medan
Baca juga: PARA GURU Kaget, TV Pemberian Prabowo Mendadak Dikembalikan Pencuri Setelah Bikin Laporan ke Polisi
Namun demikian, mereka terus berusaha semaksimal mungkin menemukan 4 korban lagi.
"Operasi di Sumatera Utara, artinya banjir bandang sangat luas dan banyak kayu-kayu. Tapi niat kami sifatnya membantu melayani masyarakat."
Kompol Kadarman menjelaskan, mereka datang ke Sumut dari Jakarta membawa 10 personel dan 4 ekor anjing K9 sejak 1 Desember.
Begitu tiba di Sumut, mereka pertama kali ke Kabupaten Tapanuli Selatan.
| Tangis Penyintas Banjir Tirawan Pecah, Lemang Jadi Penawar Lara Lebaran dan Bangun Huntara Mandiri |
|
|---|
| Pembangunan Huntara Tak Kunjung Selesai, Korban Banjir di Tapteng Bangun Rumah Mandiri |
|
|---|
| Hutanabolon Kembali Banjir, Bupati: Tanggul yang Telah Dibangun Jebol, Warga Mengungsi Kembali |
|
|---|
| Dua Bulan Usai Banjir, Begini Kondisi Belajar Mengajar di MAN 1 Tapteng |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Minta Mendagri Batalkan Pemangkasan Dana Transfer setelah Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Seekor-anjing-K9-Ditpolsatwa-Korsabhara-Baharkam-Polri.jpg)