Prihatin Korban Bencana, Frans Hutajulu Sumbangkan Hadiah Juara WWC Malaysia

Pukulan cepat dan akurat, ditambah kepiawaian Frans menghindar pukulan Pavin membuat Frans memastikan sabuk juara diboyong ke Tanah Air.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Eti Wahyuni
HO/IST/Tangkapan Layar YouTube ABC News/Instagram
JUARA WWC - Petinju Frans Hutajulu, putra Asahan mengharumkan nama Indonesia di ajang Tinju Internasional Warzone World Championship (WWC) di N9 Arena, Negeri Sembilan, Malaysia. (HO) 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Petinju sekaligus konten kreator asal Kisaran, Asahan, Frans Hutajulu menorehkan prestasi Internasional Warzone World Championship (WWC) 2025 di Arena N9, Negeri Sembilan, Malaysia.

Frans berhasil memboyong sabuk WWC di kelas Super Flyweight setelah unggul poin dari petinju tuan rumah Malaysia, Pavin.

Pukulan cepat dan akurat, ditambah kepiawaian Frans menghindar pukulan Pavin membuat Frans memastikan sabuk juara diboyong ke Tanah Air.

Namun, kemenangan ini bukan hanya sekedar sabuk, Frans mendonasikan sebagian dari pendapatan dari juara tersebut ke korban bencana di Sumatera.

"Alhamdulillah, saya masih diberikan kekuatan untuk pertandingan ini. Sebelum pertandingan ini saya sudah meniatkan diri untuk disumbangkan ke saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar," kata Frans melalu pesan WhatsApp, Senin (8/1/2025).

Lanjutnya, sebagai anak daerah, Frans Hutajulu mencoba sekuat tenaga membantu masyarakat yang terdampak banjir.

Baca juga: Perjuangan Warga Kecamatan Tukka Demi Air Bersih Usai Diterjang Banjir Bandang

"Saya ucapkan terimakasih kepada sponsor yang sudah mendukung saya, pelatih, Kapolres Asahan, dan masyarakat yang selalu memberi support kepada saya selama saya berlatih dalam ajang Internasional ini," katanya.

Katanya, bencana yang terjadi di tiga Provinsi di Sumatera ini mengakibatkan banyak korban jiwa, dan materi.

"Ini juga menjadi kesedihan bagi saya, pastinya saya dari awal sudah bernazar akan mendonasikan sebagian dari hasil kemenangan iru untuk korban," ujarnya.

Ia juga mengaku, akan menyisihkan sedikit hadiah tersebut untuk membantu biaya perobatan orangtua rivalnya Pavin petinju asal Malaysia yang sedang sakit.

"Saya juga dengar orangtua Pavin sakit. Dia berjuang di ring untuk itu. Saya juga mau menyisihkan sedikit untuk dia. Karena saya merasakan kesedihan dari kecil tanpa orangtua," katanya.

Katanya, prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggan bagi dirinya sendiri, namun menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Asahan untuk terus berlatih dah menargetkan panggung internasional meski pun perjuangannya membutuhkan latihan ekstra.

"Semoga dengan kemenangan ini bisa memotivasi anak-anak Asahan berani bermimpi besar dengan segala keterbatasannya. Jangan cengeng, harus tekun, dan disiplin. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita berani berusaha," pungkasnya.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved