Banjir dan Longsor di Tapteng
Tangis dan Harapan di Desa Bair Tapteng, Longsor dan Banjir Ratakan 1 Kampung dan Tewaskan 7 Orang
Namun, ia masih terngiang-ngiang dan tak menyangka kepergian Abang dan kakak iparnya begitu tragis.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Desa wisata yang dahulu terkenal dengan air terjun bernama Aloban Bair dan keindahan alamnya kini telah sirna.
Sungai yang dahulunya jernih mengalir dangkal seolah-olah mengamuk, menjadi kering.
Kini, sungai mengering dipenuhi tanah merah bekas longsor dan kayu-kayu gelondongan.
Namanya Desa Bair, berada di Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Desa yang sebelumnya sejuk tentram, dipenuhi pepohonan hijau sekarang menjadi saksi bisu 1 perkampungan lenyap akibat longsor, serta banjir bandang pada Selasa 25 November lalu.
Bukan itu saja, 7 orang warga Desa tewas tertimbun di tanah yang subur tersebut.
Saat mendatangi lokasi, sejumlah orang berkumpul melihat tim SAR gabungan bekerja mencari 4 korban tewas yang belum ditemukan.
Mereka berharap-harap cemas melihat anjing pelacak mengendus aroma mayat dari dalam tanah, dan personel menggali tanah yang menimbun pemukiman.
Salah satunya Irma Yanti, duduk bersama anaknya yang masih kecil melihat ke arah rumah Abang kandung dan kakak iparnya yang tewas dibawah tumpukan tanah longsor.
Ia mengaku kedatangannya ke lokasi cuma untuk melihat sisa rumah.
Sedangkan Abang kandung dan kakak iparnya sudah ditemukan kemarin.
Namun, ia masih terngiang-ngiang dan tak menyangka kepergian Abang dan kakak iparnya begitu tragis.
Mereka tewas akibat longsor dan banjir bandang yang menerjang rumahnya.
"Saya kemari melihat rumah Abang dan kakak ipar. Cuma sekarang sudah tidak ada lagi, sudah rata dengan tanah,"kata Irma Yanti, Senin (8/12/2025).
Sedangkan Elisabet Hutabarat (20) duduk di atas batu bekas bencana longsor dan banjir bandang, di Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Elisabet Hutabarat (20) tampak termenung.
| Tangis Penyintas Banjir Tirawan Pecah, Lemang Jadi Penawar Lara Lebaran dan Bangun Huntara Mandiri |
|
|---|
| Pembangunan Huntara Tak Kunjung Selesai, Korban Banjir di Tapteng Bangun Rumah Mandiri |
|
|---|
| Hutanabolon Kembali Banjir, Bupati: Tanggul yang Telah Dibangun Jebol, Warga Mengungsi Kembali |
|
|---|
| Dua Bulan Usai Banjir, Begini Kondisi Belajar Mengajar di MAN 1 Tapteng |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Minta Mendagri Batalkan Pemangkasan Dana Transfer setelah Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kondisi-Desa-Bair-Kecamatan-Tapian-Nauli-Kabupaten-Tapanuli-Tengah-Sumatera.jpg)