Banjir dan Longsor di Tapteng

Tangis dan Harapan di Desa Bair Tapteng, Longsor dan Banjir Ratakan 1 Kampung dan Tewaskan 7 Orang

Namun, ia masih terngiang-ngiang dan tak menyangka kepergian Abang dan kakak iparnya begitu tragis.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
Kondisi Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang rata dengan tanah akibat longsor dan banjir bandang, Senin (8/12/2025). Sebanyak 7 orang meninggal dunia dan 4 lagi belum ditemukan. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Desa wisata yang dahulu terkenal dengan air terjun bernama Aloban Bair dan keindahan alamnya kini telah sirna.

Sungai yang dahulunya jernih mengalir dangkal seolah-olah mengamuk, menjadi kering.

Kini, sungai mengering dipenuhi tanah merah bekas longsor dan kayu-kayu gelondongan.

Namanya Desa Bair, berada di Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Desa yang sebelumnya sejuk tentram, dipenuhi pepohonan hijau sekarang menjadi saksi bisu 1 perkampungan lenyap akibat longsor, serta banjir bandang pada Selasa 25 November lalu.

Bukan itu saja, 7 orang warga Desa tewas tertimbun di tanah yang subur tersebut.

Saat mendatangi lokasi, sejumlah orang berkumpul melihat tim SAR gabungan bekerja mencari 4 korban tewas yang belum ditemukan.

Mereka berharap-harap cemas melihat anjing pelacak mengendus aroma mayat dari dalam tanah, dan personel menggali tanah yang menimbun pemukiman.

Salah satunya Irma Yanti, duduk bersama anaknya yang masih kecil melihat ke arah rumah Abang kandung dan kakak iparnya yang tewas dibawah tumpukan tanah longsor.

Ia mengaku kedatangannya ke lokasi cuma untuk melihat sisa rumah.

Sedangkan Abang kandung dan kakak iparnya sudah ditemukan kemarin.

Namun, ia masih terngiang-ngiang dan tak menyangka kepergian Abang dan kakak iparnya begitu tragis.

Mereka tewas akibat longsor dan banjir bandang yang menerjang rumahnya.

"Saya kemari melihat rumah Abang dan kakak ipar. Cuma sekarang sudah tidak ada lagi, sudah rata dengan tanah,"kata Irma Yanti, Senin (8/12/2025).

Sedangkan Elisabet Hutabarat (20) duduk di atas batu bekas bencana longsor dan banjir bandang, di Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Elisabet Hutabarat (20) tampak termenung.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved