Berita Viral
FERDINAND HUTAHAEAN Tuduh Pihak yang Laporkan Jusuf Kalla Sudah Disusupi Kepentingan Politik
Politikus Ferdinand Hutahaean menuduh pihak yang melaporkan Jusuf Kalla ke Polisi atas istilah syahid sudah ditugangi aktor politik.
TRIBUN-MEDAN.com - Politikus Ferdinand Hutahaean menuduh pihak yang melaporkan Jusuf Kalla ke Polisi atas istilah syahid sudah ditugangi aktor politik.
Ia menyebut pihak yang melapor sudah tidak murni lagi membela agamanya melainkan ada dugaan kepentingan politik terselubung.
Ia juga mengingatkan agar pelaporan terhadap JK tidak menyeret institusi keagamaan tertentu, karena dinilai dapat memicu ketegangan antarumat beragama.
“Ini bukan konflik antara Islam dan Kristen. Jangan membawa-bawa lembaga keagamaan karena berpotensi meningkatkan eskalasi ketegangan antara Islam dan Kristen di negara ini dan berpotensi memicu konflik baru,” ujar Ferdinand dalam video yang dibagikan, diktip pada Kamis (16/4/2026)
Tribun melalui Wartakota sudah mendapatkan izin dari Ferdinand untuk mengutip pernyataannya dalam video tersebut.
Menurutnya, setiap pihak seharusnya menahan diri dan tidak menjadikan isu tersebut sebagai alat politik yang dapat memecah belah masyarakat.
Ferdinand juga menyinggung sejumlah pihak politik yang menurutnya ikut memperkeruh suasana dengan mengangkat isu ini ke ruang publik secara berlebihan.
"Saya meminta kepada kader-kader politik untuk tidak membawa isu ini menjadi isu pemecah-belah antara Islam dan Kristen. Saya memperhatikan khususnya kader-kader PSI banyak yang menggoreng isu ini dan berupaya menarik-narik kelompok Islam dan kristen ke dalam konflik ini. Dan ini akan berupaya menciptakan ketegangan."
"Saya meminta kepada siapapun kader PSI untuk tidak semakin mengaduk-aduk suasana demi kepentingan elektoral, demi kepentingan politik dan demi kepentingan pengalihan isu," imbuhnya.
Baca juga: DOSEN di Jakarta yang Lecehkan Mahasiswi Bikin Laporan Ke Polisi, Padahal Kronologi Sudah Jelas
Baca juga: LIVE TIMNAS Live Streaming Indonesia vs Malaysia Piala AFF U17 2026
Ia meminta semua pihak, termasuk JK, untuk membuka ruang dialog dengan tokoh bangsa dan tokoh agama guna meredakan situasi serta memberikan penjelasan yang utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Di akhir pernyataannya, Ferdinand mengimbau agar tidak ada pihak yang mengklaim diri paling toleran, sambil menegaskan pentingnya konsistensi dalam perlindungan terhadap kelompok minoritas dan penguatan toleransi di Indonesia.
Hindari konflik
Pernyataan Jusuf Kalla (JK) terkait potensi terjadinya “chaos” pada periode Juli–Agustus 2026 menuai perhatian publik.
Sejumlah pihak menilai, pernyataan tersebut memiliki implikasi politik yang tidak sederhana, terutama di tengah dinamika global dan domestik saat ini.
Pendiri dan Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an, menilai pernyataan dari tokoh senior seperti JK tentu memiliki bobot politik yang tinggi dan tidak bisa dilepaskan dari dampaknya terhadap persepsi publik.
| NASIB Hery Susanto Ditangkap Kejagung Usai 6 Hari Dilantik Jadi Ketua Ombudsman: Terima Suap Tambang |
|
|---|
| AKHIRNYA UI Beri Sanksi Berat Untuk 16 Mahasiswa Pelaku Pelecehan Mahasiswi dan Dosen: Dinonaktifkan |
|
|---|
| Beda Nasib Supriadi Napi Korupsi Rp233 M dan Petugas Rutan Usai Terciduk Nyantai Ngopi di Kafe |
|
|---|
| Oditurat Militer II-07 Jakarta Ungkap Motif Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus: Dendam Pribadi |
|
|---|
| SOSOK Idja Djajuli Kasubag Satpol PP Kota Bogor Gadaikan 14 SK Anggota ke Bank hingga Pinjol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/DUDUK-Perkara-Jusuf-Kalla-Disomasi-Ferdinand-Hutahaean-Bantah-Penistaan-Agama-Saat-Ceramah-di-UGM.jpg)