Iran Vs Amerika Serikat

Indonesia Pilih Gabung BoP, Iran Diduga Sakit Hati, Kapal Malaysia Bisa Lewati Selat Hormuz

Iran yang merasa 'sakit hati' buntut pemerintah masuk menjadi anggota Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS, Donald Trump.

TRIBUN MEDAN/KONTAN/BPMI Setpres
INDONESIA-MALAYSIA - Presiden RI Prabowo (kanan) dan PM Malaysia Anwar Ibrahim. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pengamat ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira menduga bahwa sulitnya kapal Indonesia untuk melintasi Selat Hormuz buntut Iran yang merasa 'sakit hati' buntut pemerintah masuk menjadi anggota Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS, Donald Trump.

Dua kapal tanker asal Indonesia yang mengangkut minyak mentah masih dilarang untuk melewati Selat Hormuz oleh Iran hingga Sabtu (28/3/2026), hari ini.

Adapun larangan ini buntut konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Berdasarkan pantauan di situs Marine Traffic, dua kapal yang dimaksud yakni PIS VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Baca juga: Sosok Samin Tan, Bos Tambang Ditahan Kejagung Kasus Korupsi, Sempat Lolos dari Jeratan KPK

Pertamina International Shipping menyebut bahwa kapal Pertamina Pride yang mengangkut kargo untuk kebutuhan energi nasional masih tertahan di sebelah utara Kota Dammam, Arab Saudi.

Sementara, kapal Gamsunoro mengangkut kargo untuk mitra pihak ketiga atau non-Pertamina.

Padahal, ada beberapa kapal dari negara tetangga yang telah diizinkan Iran untuk melewati selat yang dianggap menjadi jalur utama penyaluran minyak dunia tersebut.

Sebagai informasi, Selat Hormuz disebut menjadi lokasi penyaluran dari 20 persen pasokan minyak dunia.

Ada lima negara sahabat yang sudah diizinkan Iran untuk kapalnya bisa melewati Selat Hormuz hingga kini yaitu China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan.

Baca juga: Penyebab Dokter Muda Andito Meninggal Diduga karena Campak, Kemenkes Cek Sumber Penularan

Adapun hal ini berdasarkan pernyataan dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi yang disampaikan melalui cuitan di akun X pribadinya pada Kamis (26/3/2026).

"Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi: Kami mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan," tulisnya.

Selain itu ada kapal dari Malaysia dan Thailand yang juga diizinkan Iran untuk melewati Selat Hormuz.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah masih melakukan negosiasi dengan Iran agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro bisa melintas di Selat Hormuz.

Dia mengakui bahwa negosiasi berjalan alot.

Baca juga: Bus Jemaah Umrah WNI Terbakar di Jalur Mekkah-Madinah, Berawal Pecah Ban, 24 Penumpang Selamat

"Ya kita masih komunikasi terus. Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz," ujar Bahlil di Kantor Kementerian Kordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved