Iran Vs Amerika Serikat

Iran Diduga Rencanakan Drone Mematikan Serang Pantai California, FBI Panik Sebarkan Informasi

Peringatan tersebut disampaikan oleh Federal Bureau of Investigation (FBI) kepada sejumlah departemen kepolisian di California.

TRIBUN MEDAN/Telegram FarsNA via New York Post
Bunker bawah tanah yang dipenuhi deretan drone tempur milik Iran dipaemerkan oleh televisi Iran Fars setelah serangan AS dan Israel dalam operasi gabungan pada Sabtu (28/2/2026).(Telegram FarsNA via New York Post) 

TRIBUN-MEDAN.com - Otoritas keamanan federal dilaporkan memperingatkan aparat penegak hukum di negara bagian California mengenai potensi serangan pesawat tanpa awak yang diduga dapat diluncurkan Iran dari kapal di lepas pantai Amerika Serikat (AS).

Peringatan tersebut disampaikan oleh Federal Bureau of Investigation (FBI) kepada sejumlah departemen kepolisian di California.

Sesuai isi peringatan FBI yang diedarkan pada akhir Februari, intelijen Amerika Serikat memperoleh informasi bahwa Iran kemungkinan menyiapkan skenario serangan menggunakan pesawat tanpa awak.

Baca juga: Presiden AS Sebut Perang dengan Iran Segera Berakhir, Trump: Kapan pun Saya Inginkan, Maka Berakhir

Dalam dokumen yang diperoleh intelijen Amerika Serikat disebutkan bahwa Iran diduga menyiapkan skenario serangan menggunakan pesawat tanpa awak.

Adapun serangan itu kemungkinan dilakukan menggunakan drone yang ditembak dari kapal yang tidak dikenal di perairan dekat Pantai Barat Amerika Serikat.

Target potensial yang disebutkan berada di wilayah California, meskipun detail mengenai lokasi atau sasaran spesifik belum diungkapkan.

Otoritas keamanan juga belum memiliki informasi rinci mengenai waktu serangan, metode yang akan digunakan, lantaran laporan tersebut masih bersifat peringatan dini

Meski begitu FBI mendesak aparat keamanan di tingkat lokal untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman keamanan.

Baca juga: Fakta Netanyahu Diisukan Tewas dalam Serangan Balasan Iran, Tak Muncul Beri Kabar

Rekam Jejak Drone Iran

Iran diketahui memiliki kemampuan drone yang cukup maju dan telah menggunakan teknologi tersebut dalam berbagai konflik regional.

Sejumlah pesawat tanpa awak buatan Iran dilaporkan pernah digunakan untuk menyerang berbagai target strategis, mulai dari kapal di perairan regional, pangkalan militer, hingga fasilitas diplomatik dan bandara.

Serangan-serangan tersebut menunjukkan bahwa drone dapat digunakan sebagai alat militer yang efektif untuk menjangkau target dari jarak jauh dengan biaya relatif lebih rendah dibandingkan sistem senjata konvensional.

Perhatian dunia terhadap kemampuan drone Iran juga meningkat setelah teknologi tersebut digunakan oleh Rusia dalam konflik melawan Ukraina.

Baca juga: Gedung KPK Dijaga Ketat Brimob Jelang Pemeriksaan Eks Menteri Agama, Praperadilan Ditolak, Ditahan?

Penggunaan drone dalam perang tersebut memperlihatkan bagaimana pesawat tanpa awak dapat dimanfaatkan untuk menyerang infrastruktur penting maupun posisi militer lawan secara berulang.

Pengalaman menghadapi serangan drone dalam konflik tersebut membuat pemerintah Ukraina mengirimkan para ahli keamanan ke sejumlah negara untuk berbagi pengalaman dan strategi menghadapi ancaman serupa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved