Iran Vs Amerika Serikat

HARGA Minyak Dunia Menurun Tajam, Imbas Donald Trump Ambisi Ambil Alih Selat Hormuz

Trump secara blak-blakan menyebut siap mengambil alih jalur strategis tersebut jika dianggap perlu untuk melindungi kepentingan AS.

|
Pinterest
PRESIDEN AS- Gambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Harga minyak dunia mendadak menurun drastis di pasar global, memicu kepanikan di kalangan investor dan pelaku industri energi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Harga minyak dunia mendadak menurun drastis di pasar global, memicu kepanikan di kalangan investor dan pelaku industri energi.

Turun harga ini terjadi imbas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat pernyataan mengejutkan terkait keamanan Selat Hormuz.

Donald Trump secara blak-blakan menyebut siap mengambil alih jalur strategis tersebut jika dianggap perlu untuk melindungi kepentingan AS.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pengiriman minyak utama dunia, yang dilewati sekitar sepertiga pasokan minyak global setiap hari.

Baca juga: 252 Operasional SPPG di Sumut Dihentikan Sementara, Kepala BGN: Anggota Tidak Akan Dapat Insentif

Pernyataan Trump ini langsung menimbulkan ketegangan diplomatik, karena banyak negara bergantung pada stabilitas wilayah tersebut.

Analis menilai bahwa aksi militer atau kontrol langsung atas selat bisa mengganggu pasokan minyak dunia, sehingga harga sempat melonjak sebelum akhirnya jatuh.

Investor internasional kini bersikap hati-hati, sementara negara-negara pengimpor minyak mulai menyiapkan strategi antisipasi.

Situasi ini menegaskan betapa rapuhnya pasar energi global terhadap pernyataan dan tindakan politik dari figur berpengaruh seperti Trump.

Baca juga: SAAT Trump Klaim Iran Sudah Lumpuh, 2 Kapal Taheran Diam-diam Ambil Bahan Bakar Roket dari China

Harga minyak mentah dunia turun pada akhir perdagangan Senin (9/3/2026) waktu setempat atau Selasa (10/3/2026) pagi WIB, setelah sebelumnya sempat melonjak mendekati level 120 dollar AS per barrel.

Penurunan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pemerintahnya sedang mempertimbangkan untuk mengambil alih kendali Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan minyak dunia.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah berjangka Brent turun 4,6 persen ke level 88,43 dollar AS per barrel. Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 6,19 persen ke level 85,27 dollar AS per barrel.

Trump mengatakan kepada CBS News melalui percakapan teleponm bahwa kapal-kapal saat ini masih bergerak melintasi Selat Hormuz. Namun, ia menyebut pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk mengambil alih jalur tersebut.

Baca juga: Renovasi Stadion Teladan Belum Rampung, Ini Kata Bobby Soal Peluang Sumut jadi Tuan Rumah AFF-U19 

"Saya sedang memikirkan untuk mengambil alihnya," kata Trump.

Ia juga menyatakan bahwa perang yang terjadi saat ini kemungkinan akan segera berakhir.

Selain itu, Trump disebut pula sedang mempertimbangkan untuk mengurangi sanksi minyak terhadap Rusia guna membantu menekan harga minyak dunia, menurut tiga sumber yang mengetahui pembahasan tersebut kepada Reuters. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved