Iran Vs Amerika Serikat
AS Tuduh Iran Pasang Ranjau di Selat Hormuz, Trump Ancam Singkirkan, Siapkan Konsekuensi Berat
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memposting di X bahwa militer berupaya mencegah penyebaran ranjau tersebut.
TRIBUN-MEDAN.com - Media Amerika Serikat, CNN melaporkan mengenai dugaan pemasangan ranjau di Selat Hormuz dengan mengutip dua sumber yang mengetahui laporan intelijen AS.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pun menanggapi laporan bahwa Iran telah menanam ranjau di Selat Hormuz setelah memblokade jalur pengiriman minyak dunia tersebut.
"Jika Iran telah memasang ranjau di Selat Hormuz, dan kami tidak memiliki laporan tentang hal itu, kami ingin ranjau tersebut disingkirkan, SEGERA," tulis Trump di platform media sosial Truth Social, Rabu (11/3/2026).
"Jika karena alasan apa pun ranjau darat ditempatkan, dan tidak segera disingkirkan, konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jika ranjau tersebut disingkirkan, itu akan menjadi langkah besar ke arah yang benar!" lanjutnya.
Baca juga: Sekjend Golkar Larang Purbaya Pikirkan MBG, Minta Fokus ke Tugas Utama Kemenkeu
Setelah unggahan Trump, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memposting di X bahwa militer berupaya mencegah penyebaran ranjau tersebut.
"Atas arahan Trump, Komando Pusat AS (CENTCOM) telah melenyapkan kapal-kapal penebar ranjau yang tidak aktif di Selat Hormuz—menghancurkannya dengan presisi tanpa ampun. Kami tidak akan membiarkan teroris menyandera Selat Hormuz," tulis Hegseth di X.
CENTCOM mengatakan militer AS menghancurkan beberapa kapal angkatan laut Iran, termasuk 16 kapal penyebar ranjau, di dekat Selat Hormuz.
Laporan AS Tuduh Iran Pasang Ranjau di Selat Hormuz
Sebelumnya, media AS, CNN melaporkan mengenai dugaan pemasangan ranjau di Selat Hormuz dengan mengutip dua sumber yang mengetahui laporan intelijen AS.
"Pemasangan ranjau belum meluas, hanya beberapa lusin yang telah dilakukan dalam beberapa hari terakhir," kata sumber tersebut.
"Namun Iran masih mempertahankan lebih dari 80 persen hingga 90 persen kapal kecil dan kapal pemasang ranjau, sehingga pasukannya secara realistis dapat memasang ratusan ranjau di jalur air tersebut," kata salah satu sumber.
Baca juga: Sepasang Sejoli di Aceh Diamankan Satpol PP, Diduga Mesum di Mobil Sambil Siaran Langsung di TikTok
Laporan itu menyebut Garda Revolusi Iran (IRGC) dan angkatan lautnya, yang kini mengendalikan selat tersebut, memiliki kemampuan untuk mengerahkan serangkaian kapal penebar ranjau, kapal bermuatan bahan peledak, dan baterai rudal berbasis pantai yang tersebar.
Sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari lalu, Iran membalas dengan memblokade Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak dunia di Timur Tengah yang dapat mengacaukan pasar energi.
Iran juga meluncurkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di berbagai negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.
IRGC memperingatkan bahwa kapal apa pun yang melewati selat tersebut akan diserang.
Baca juga: Terima Setoran Rp10 Juta/Minggu, Kasat dan Kanit II Satresnarkoba Polres Toraja Utara Dipecat
| Indonesia Pilih Gabung BoP, Iran Diduga Sakit Hati, Kapal Malaysia Bisa Lewati Selat Hormuz |
|
|---|
| Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Sasar Pulau Kharg, Jantung Kerajaan Minyak Iran |
|
|---|
| Iran Diduga Rencanakan Drone Mematikan Serang Pantai California, FBI Panik Sebarkan Informasi |
|
|---|
| Presiden AS Sebut Perang dengan Iran Segera Berakhir, Trump: Kapan pun Saya Inginkan, Maka Berakhir |
|
|---|
| HARGA Minyak Dunia Menurun Tajam, Imbas Donald Trump Ambisi Ambil Alih Selat Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Selat-Hormuz-jalur-pelayaran-strategis-yang-menghubungkan-Teluk-Persia-1.jpg)