Iran Vs Amerika Serikat

Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Sasar Pulau Kharg, Jantung Kerajaan Minyak Iran

Trump menegaskan baru menargetkan fasilitas militer bukan fasilitas kilang minyak di Pulau Kharg.

Tribunnews.com
SERANG PULAU KHARG - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menginformasikan telah 'menghancurkan' target militer di Pulau Kharg, Iran 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menginformasikan telah 'menghancurkan' target militer di Pulau Kharg, Iran, beberapa saat lalu, Sabtu (14/3/2026).

Sejauh ini, Trump menegaskan baru menargetkan fasilitas militer bukan fasilitas kilang minyak di Pulau Kharg.

Trump memperingatkan  infrastruktur minyak di Pulau Kharg bisa menjadi target selanjutnya.

Presiden Trump mengumumkan tindakan tersebut dalam sebuah unggahan media sosial saat ia bersiap terbang ke Florida untuk akhir pekan.

Baca juga: Projo Menolak Keras Permohonan RJ Rismon Sianipar, Dianggap Kejahatan Serius

“Beberapa saat yang lalu, atas arahan saya, Komando Pusat Amerika Serikat melancarkan salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah, dan benar-benar menghancurkan setiap target militer di permata mahkota Iran, Pulau Kharg,” kata Trump dikutip dari Associated Press.

“Demi alasan kesopanan, saya memilih untuk tidak  menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu. Namun, jika Iran, atau siapa pun, melakukan sesuatu untuk mengganggu jalur pelayaran kapal yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini.”

Trump menjawab pertanyaan dari wartawan yang bepergian bersamanya sebelum naik ke pesawat Air Force One tetapi tidak menyebutkan operasi militer AS terbaru.

Baca juga: KRONOLOGI Kades Hoho Dikeroyok, Dipicu Anggota LSM Tak Lolos Seleksi, Kini Minta Keadilan

 Jantung Kerajaan Minyak Iran

Terletak 55 km (34 mil) di barat laut pelabuhan Bushehr dan 15 mil laut (setara dengan sekitar 28 km) dari daratan utama Iran, Pulau Kharg merupakan tulang punggung ekonomi Iran, sumber utama pendapatan Iran.

Pulau ini memproses 90 persen dari total ekspor minyak Iran, menangani sekitar 950 juta barel setiap tahunnya.

Dengan panjang hanya 8 km (5 mil) dan lebar 4-5 km (2,5-3 mil), perairan sekitarnya yang dalam memberikan keuntungan geografis alami.

Kedalaman ini memungkinkan kapal tanker super raksasa untuk berlabuh dengan aman dan memuat minyak mentah yang terutama ditujukan untuk pasar Asia, dengan Tiongkok sebagai importir utama.

Baca juga: TRUMP Klaim Presiden Iran Motjaba Khamenei Sudah Dalam Kondisi Cacat Terkena Serangan Pasukan AS

Menurut Kementerian Perminyakan Iran, fasilitas di pulau tersebut berfungsi sebagai pusat saraf vital bagi sektor ini.

Terminal tersebut menerima minyak mentah dari tiga ladang lepas pantai utama – Aboozar, Forouzan, dan Dorood – yang kemudian diangkut melalui jaringan pipa bawah laut yang kompleks ke fasilitas pengolahan di darat sebelum disimpan atau dikirim ke pasar global.

Meskipun menghadapi sanksi internasional selama bertahun-tahun yang secara berkala menghambat produksi, Iran telah secara agresif memperluas infrastruktur pulau tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved