Berita Viral

TRUMP Klaim Presiden Iran Motjaba Khamenei Sudah Dalam Kondisi Cacat Terkena Serangan Pasukan AS

Presiden AS Trump menyebut Presiden Iran Motjaba Khamenei mengalami luka atas serangan pasukannya. 

Istimewa
DONALD TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026). (WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE) 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden AS Donald Trump menyebut Presiden Iran Motjaba Khamenei mengalami luka atas serangan pasukannya. 

Trump menyebut Motjaba sudah dalam kondisi lumpuh. 

"Terluka atau cacat namun kemungkinan masih hidup dalam beberapa bentuk," kata Trump.

Pernyataan Trump muncul setelah Mojtaba Khamenei, yang naik takhta pasca tewasnya sang ayah Ali Khameneui dalam serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu—tidak pernah muncul di depan publik, sejak dipilih menjadi pemimpin tertinggi pada Minggu (8/23/2026).

Pesan resmi yang mengatasnamakan dirinya baru-baru ini hanya dibacakan oleh penyiar televisi pemerintah Iran, yang memicu spekulasi luas mengenai kapasitas fisiknya untuk memimpin di tengah perang yang kian memanas.

Di sisi lain, Trump melalui platform Truth Social kembali melontarkan pernyataan keras terkait operasi militer yang disebutnya Operation Epic Fury.

Ia mengklaim bahwa militer AS telah berhasil melumpuhkan kekuatan Iran secara total.

"Kami benar-benar menghancurkan rezim teroris Iran—secara militer, ekonomi, dan lainnya. Angkatan laut mereka hilang, angkatan udara tidak ada lagi, rudal dan drone telah dimusnahkan," tulis Trump

"Dan para pemimpin mereka telah disapu dari muka bumi," kata Trump.

Trump juga menambahkan bahwa Amerika Serikat memiliki kekuatan militer yang sangat besar.

“Kami memiliki daya tembak yang tak tertandingi, amunisi tanpa batas, dan banyak waktu — lihat saja apa yang akan terjadi pada orang-orang gila ini hari ini.”

Baca juga: SOROTI Pengamat yang Kritik Pemerintahannya, Presiden Prabowo: Pada Saatnya Kita Tertibkan Itu. . .

Baca juga: Pra Rekonstruksi Kasus Gadis Muda Tewas di Boks Kontainer, Polisi Hadirkan Satu Pelaku

Ia bahkan menyebut bahwa membasmi para pemimpin Iran merupakan sebuah kehormatan besar baginya selaku Presiden ke-47 Amerika Serikat.

Sebab katanya rezim Iran telah membunuh orang-orang tak bersalah di seluruh dunia selama puluhan tahun.

"Mereka telah membunuh orang-orang tak berdosa di seluruh dunia selama 47 tahun, dan sekarang saya, sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat, yang membunuh mereka. Betapa besarnya kehormatan untuk melakukan itu!” ujar Trump.

Meski ditekan oleh pernyataan Trump, rezim Iran tetap menunjukkan sikap menantang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved