Banjir dan Longsor di Sumut
KONDISI Terkini di Sibolga Tak Ada Lagi Penjarahan Minimarket, Polisi Sudah Amankan 16 Orang
Tak ada lagi warga yang berani melakukan penjarahan usai polisi mengamankan sebanyak 16 orang.
TRIBUN-MEDAN.com - Kondisi terkini di Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang sempat mencekam lantaran warga melakukan aksi penjarahan minimarket mulai berhenti.
Tak ada lagi warga yang berani melakukan penjarahan usai polisi mengamankan sebanyak 16 orang.
Situasi di minimarket pun sudah dijaga ketat oleh pihak keamanan.
"Situasi di Kota Sibolga saat ini berada dalam pengawasan ketat aparat gabungan TNI–Polri. Polres Sibolga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketertiban demi keamanan bersama." ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Siti Rohani Tampubolon, Senin (1/12/2025).
Baca juga: SOSOK Wanita Viral Dorong Satpam Hingga Nyaris Tertabrak Kereta, Diduga Gangguan Mental
AKBP Siti Rohani Tampubolon mengatakan, mereka yang diamankan terlibat penjarahan di minimarket Indomaret dan Alfamart.
Rentang usia yang diamankan mulai dari usia 16 tahun hingga 27 tahun.
Mereka yang diamankan, mengaku mengambil makanan ringan dan sejumlah kebutuhan pokok rumah tangga.
"Sat Reskrim Polres Sibolga telah mengamankan 16 orang yang terlibat dalam aksi penjarahan di beberapa minimarket. Mereka diamankan di lokasi berbeda dengan barang bukti berupa makanan ringan, minuman, dan sejumlah barang kebutuhan rumah tangga," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Siti Rohani Tampubolon, Senin (1/12/2025).
Baca juga: Usai Banjir, Masalah Sampah dan Kesehatan Butuh Perhatian, Warga Medan Utara Masih Lumpuh
Berdasarkan data yang dihimpun Kepolisian, ada 7 minimarket yang sudah dijarah, diantaranya 3 Indomaret, 1 Alfamidi dan 3 Alfamart.
Untuk mengantisipasi penjarahan susulan, aparat keamanan berjaga-jaga agar tidak terjadi lagi.
Sebelumnya, beredar video warga yang tinggal di Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Sibolga mulai menjarah minimarket.
Dalam video yang beredar, warga yang mulai menjarah minimarket terjadi di Desa Pandan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (29/11/2025).
Baca juga: Korban Tewas Bencana Alam di Sumut 189 Orang, Tapteng dan Sibolga Terbanyak 89 Nyawa
Terlihat, sekitar puluhan warga masuk ke dalam minimarket, mengambil bahan makanan.
Bukan itu saja, beredar juga video lain masyarakat menjarah gudang badan urusan logistik (Bulog) Sibolga.
Kondisi ini diduga akibat warga yang tinggal di Kabupaten Tapteng dan Kota Sibolga kelaparan usai terisolasi akibat bencana alam longsor dan banjir sejak Selasa 24 November lalu, hingga hari ini.
Kondisi Terkini di Sibolga Tak Ada Penjarahan
Polisi Amankan 16 Orang Penjarah Minimarket
Sibolga
| Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan |
|
|---|
| Kunjungi Tapteng, Titiek Soeharto dan Kapolri Bawa Bantuan 16 Truk: Semoga Bisa Bermanfaat |
|
|---|
| 33 Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah Masih Belum Ditemukan, Begini Kata Basarnas |
|
|---|
| Kepastian Akan Ada Tersangka Banjir Bandang Garoga, Kejagung Terus Dalami Keterlibatan PT TBS |
|
|---|
| Dana Bansos dari Kemensos Tak Kunjung Cair, Warga Hutanabolon Tapteng Masih Tunggu Janji Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penjarahan-minimarket-sibolga.jpg)