Banjir dan Longsor di Sumut
Dana Bansos dari Kemensos Tak Kunjung Cair, Warga Hutanabolon Tapteng Masih Tunggu Janji Pemerintah
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial menjanjikan memberikan bantuan uang tunai untuk Korban Bencana Sumatera .
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial menjanjikan memberikan bantuan uang tunai untuk Korban Bencana Sumatera dengan total anggaran keseluruhan sebesar Rp 600 Miliar.
Namun, hingga dua bulan pasca bencana, penyintas banjir di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah belum mendapatkan bantuan uang tunai tersebut.
Lurah Hutanabolon Kecamatan Tukka, Polma Pakpahan mengatakan, hingga saat ini belum ada satupun warganya yang mendapatkan bantuan tunai dari pemerintah.
Selain itu, sebanyak 320 KK yang terdampak bencana juga masih mengungsi di Tempat Pengungsian Simpang Tanah Merah, Kecamatan Tukka.
"Belum ada satupun bantuan uang tunai yang diterima. Mungkin masih menunggu giliran. Ada 320 KK di kelurahan kami yang terdampak bencana. Semua masih mengungsi," jelasnya saat dikonfirmasi Tribun Medan, Selasa (27/1/2026).
Diakui Polma, ia juga sudah mendapat kabar, warganya akan menerima bantuan uang tunai berupa perbaikan rumah, uang tunjangan tiga bulan dan uang untuk keluarga yang korban meninggal. Namun belum ada satupun yang terealisasi.
"Sudah-sudah dengar bantuan uang tunai itu ada beberapa pos. Seperti uang tunjangan dan lain-lain. Tapi memang belum ada yang kami terima satu pun. Mungkin menunggu giliran. Jadi kami pun tunggu ajalah, semoga bisa secepatnya cair," tuturnya.
Dikatakannya, dari sisi bantuan logistik dan makanan sudah terpenuhi. Hanya saja, warganya masih menunggu dan terus menagih bantuan uang tunai dari pemerintah.
"Kalau dari segi logistik, makanan, obat-obatan itu terpenuhi. Yang paling dibutuhkan warga sekarang bantuan uang tunai. Mereka masih menunggu itu segera cair," jelasnya.
Sementara, alasan 320 KK penyintas banjir masih di tempat pengungsian, kata Polma karena seluruh rumah warganya habis di sapu banjir dan longsor.
"Itulah kemarin memang sudah diarahkan untuk Huntara ke beberapa titik tapi jauh dari rumah lama mereka. Warga enggak mau. Jadinya Pemkab putuskan bangun Huntara di area Tukka. Nah mereka lagi nunggu juga Huntara selesai," katanya.
Diakui Polma, saat ini pihaknya masih menunggu area lahan Hunian Tetap (Huntap) dari pemerintah.
"Jadi diprediksi huntara itu selesai sebelum Ramadan. Tapi kalau Huntap belum tau lahannya di mana. Masih menunggu," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tapteng Mariati belum bisa memastikan berapa jumlah data warga Tapteng yang bakal mendapatkan bantuan uang tunai dari Kemensos.
Hal itu dikarenakan, pihaknya masih menunggu data dari BPBD Tapteng untuk ditandantangani Bupati Tapteng Masinton.
| Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan |
|
|---|
| Kunjungi Tapteng, Titiek Soeharto dan Kapolri Bawa Bantuan 16 Truk: Semoga Bisa Bermanfaat |
|
|---|
| 33 Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah Masih Belum Ditemukan, Begini Kata Basarnas |
|
|---|
| Kepastian Akan Ada Tersangka Banjir Bandang Garoga, Kejagung Terus Dalami Keterlibatan PT TBS |
|
|---|
| Ketika Anies Sebut Deforestasi 97 Persen Berstatus Legal, 5,4 Juta Pohon di Hutan Batangtoru Hilang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sejumlah-warga-Hutanabolon-Kecamatan-Tukka-memanggul-barang.jpg)