Banjir dan Longsor di Sumut

Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan

Puasa tinggalkan kampung halaman, curhat warga korban banjir Garoga sebut tak perlu baju lebaran. Minta rumah Huntara cepat selesai.

Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Tria Rizki

Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan

TRIBUN-MEDAN.com, BATANGTORU - Derita warga korban banjir bandang di Garoga, tinggalkan kampung halaman hingga sahur makan mi instan.

Menjalankan ibadah puasa tahun ini terasa berbeda bagi warga Garoga, Batangtoru, Tapanuli Selatan.

Tiga bulan sudah, hidup mereka menderita--terpaksa tinggal di hunian sementara berupa tenda.

Penderitaan warga mulai dari kehilangan kampung halaman hingga kini berpuasa dengan menu alakadarnya--pakai mi instan.

Ini dirasakan Hasna Nasution, warga Garoga yang kini nasibnya bertahan hidup di tenda huntara Desa Aek Ngadol.

Sahur pertama Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (19/2/2025), ia menyantap sahur dengan menu mi instan.

"Pakai indomie sahur tadi. Manalah enak puasa kan. Gak cocok. Indomielah dikasih orang itu," kata Hasna kepada Tribun-medan.com di tenda huntara.

Meski begitu, warga lain ada yang makan sahur pakai daging lembu.

Lauk ini dimasak di dapur darurat yang sejak awal bencana hingga sekarang masih terus beroperasi memberi makan kepada para korban banjir bandang.

"Pakai ayam dan daging. Ini masih permulaan puasa," kata Aisyah dan Soibah Manullang.

Para warga mengaku sedih menjalankan ibadah puasa pertama dengan kondisi meninggalkan kampung halaman.

Mereka dipastikan akan menjalani ibadah puasa satu bulan penuh di tenda huntara, sebab relokasi berupa hunian tetap (huntap) saat ini sedang proses pembangunan dan kemungkinan selesai setelah lebaran nanti.

Seperti diketahui, kampung halaman mereka di Desa Garoga hilang disapu banjir bandang pada 25 November 2025 lalu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved