Berita Nasional
Menkeu Purbaya Bongkar Penyebab Lemotnya Coretax, Dicurangi Anak Buahnya, Desain Aneh
Menurut Purbaya, aplikasi tersebut masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari desain hingga masalah teknis yang mempersulit wajib pajak.
TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menungkapkan penyebab lambatnya aplikasi perpajakan Coretax, sehingga banyak dikeluhkan oleh masyarakat.
Menurut Purbaya, aplikasi tersebut masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari desain hingga masalah teknis yang mempersulit wajib pajak.
"Di Coretax tiba-tiba, ada laporan lagi bahwa itu ‘muter-muter’. Padahal sebelumnya sudah hilang (masalahnya). Rupanya di tempat kita ada yang nakal," kata Purbaya di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa ada anak buahnya yang nakal bekerja sama dengan vendor lama yang sebelumnya sudah diberhentikan karena layanan lemot.
Baca juga: Daftar 7 Negara di Asia Alami Krisis BBM Imbas Perang Iran vs Israel, Transportasi Mulai Terganggu
"Ada yang kontrak dengan satu vendor yang sudah kita berhentikan karena lelet service-nya, dimasukkan lagi diam-diam," ungkapnya.
Kondisi ini membuat Coretax kembali lambat, meski sebelumnya sudah diperbaiki.
Purbaya menegaskan, praktik seperti ini jelas merugikan administrasi perpajakan dan wajib pajak.
"Nih Sekarang mereka tidak mengaku siapa yang memasukin. Nanti saya akan periksa lagi siapa yang memasukin vendor itu. Kita akan tindak," tegas Purbaya.
Ia berjanji akan segera menindak tegas anak buah yang bersalah.
Langkah ini diharapkan bisa mengembalikan Coretax ke kinerja yang optimal dan aman bagi publik.
Baca juga: Kronologi Bule China Dirudapaksa Sopir Ojol di Bali, Pelaku Kesempatan Karena Korban Mabuk
Design Coretax Aneh
Lebih lanjut, Purbaya mengatakan, design dari Coretax agak aneh. Sebab, menurutnya, CoreTax justru menyulitkan masyarakat.
Padahal, seharusnya dibuat simpel agar mudah diakses publik.
"Coretax itu desainnya agak aneh. Harusnya kan ketika baru kan, dibuat, langsung interface dengan masyarakat biar gampang kan. Rupanya dibuat agak rumit, supaya di tengahnya ada aplikasi interface. Ini ada yang menjual ke perusahaan-perusahaan besar," tuturnya.
Baca juga: Akhir Konflik Ressa dengan Denada Sepakat Damai, Gugatan Penelataran Anak Rp 7 Miliar Resmi Dicabut
Menurut Purbaya, kerumitan dalam tampilan Coretax juga akan dibenahi. Namun, pembenahan ini akan dilakukan secara bertahap.
"Kita amankan dulu semua Coretax yang ada hambatan-hambatan itu, habis itu saya bersihkan ruang interface yang sengaja diciptakan itu," kata Purbaya.
(Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribuntrends.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Nasib Kapal Tanker Iran MT Arman 114, Ditangkap di Indonesia Bawa Minyak, Kini Dilelang Rp 1,1 T |
|
|---|
| Penyebab 2 Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormus, Iran Disebut Kecewa Karena Gabung BoP |
|
|---|
| Prabowo Perintahkan Cari Minyak ke Semua Negara, Bahlil Minta Masyarakat Tak Panik Ketersediaan BBM |
|
|---|
| Profil Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Pemberi Izin PT Agincourt Resources Hartanya Naik Rp 2 M |
|
|---|
| Profil PT Agincourt Resources, Perusahaan yang Dituding Perusak Lingkungan Beroperasi Lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Purbaya-soal-coretax.jpg)