Kasus Ijazah Jokowi

Roy Suryo Lega Keputusan dr Tifa di Kasus Ijazah Jokowi, Soroti Isu Tudingan Dana Rp 50 Miliar

Roy menegaskan bahwa dr Tifa tetap konsisten dan tidak mundur dari sikap awalnya

HO/YouTube Abraham Samad
IJAZAH PALSU - Dua terlapor Roy Suryo dan dr Tifa memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Keduanya sudah berasa di ruang riksa, Kamis 15 Mei 2025 pukul 09:00 WIB. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pakar telematika Roy Suryo mengaku lega dengan keputusan terbaru dr Tifa setelah sempat menghilang dan memicu kekhawatiran publik di tengah polemik dugaan ijazah palsu.

Roy menegaskan bahwa dr Tifa tetap konsisten dan tidak mundur dari sikap awalnya, meskipun sebelumnya sempat diam dan menimbulkan tanda tanya.

“Alhamdulillah kemarin dr Tifa sudah muncul kembali. Memang sempat dikhawatirkan karena diam, tapi akhirnya tetap bersama para lawyer dan tetap kekeh dengan pernyataan awal,” kata Roy, dikutip dari siaran YouTube Forum Keadilan TV.

Ia memastikan, keputusan dr Tifa adalah tetap melanjutkan sikap sesuai harapan masyarakat.

Baca juga: Bus Jemaah Umrah WNI Terbakar di Jalur Mekkah-Madinah, Berawal Pecah Ban, 24 Penumpang Selamat

Roy menjelaskan, kemunculan kembali dr Tifa menjadi jawaban atas spekulasi yang beredar, termasuk isu bahwa ia telah berubah sikap.

Menurutnya, informasi tersebut tidak benar dan justru bagian dari upaya sistematis untuk memecah kelompok yang masih tersisa dalam polemik tersebut.

“Yang tersisa sekarang lima orang. Ini yang justru diupayakan agar terpecah,” ujarnya.

Roy secara terang-terangan menyebut adanya pola “adu domba” yang dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui penyebaran pesan WhatsApp palsu yang mengatasnamakan dr Tifa.

Ia mengungkap, pesan tersebut sengaja dibuat menyerupai komunikasi asli, lengkap dengan ucapan Idul Fitri dan ajakan pertemuan tertutup.

Baca juga: Prabowo Perintahkan Cari Minyak ke Semua Negara, Bahlil Minta Masyarakat Tak Panik Ketersediaan BBM

Namun, terdapat banyak kejanggalan.

“Penulisan nama saja salah, lokasi pertemuan juga tidak sesuai. Setelah saya telusuri, nomor itu memang dibuat khusus dan baru diaktifkan untuk tujuan ini,” tegasnya.

Roy menilai, pola tersebut sengaja dirancang untuk membangun narasi bahwa dr Tifa mulai goyah atau menyerah.

“Padahal itu tidak benar sama sekali. Ini jelas siasat licik untuk memecah belah,” katanya.

Dalam pernyataannya, Roy juga menyinggung kelompok yang ia sebut sebagai “Ceboker Nusantara”, yang menurutnya berperan dalam memperkuat dan menyebarkan narasi tersebut.

Ia menilai kelompok ini bekerja dengan pola seragam, yakni mengamplifikasi isu yang belum terverifikasi, menggunakan framing bombastis, dan menyerang secara serempak di berbagai platform.

Baca juga: RINCIAN Anggaran Fantastis Makan-Minum DPRD Muba, Susu UHT Rp 73 Juta, Udang Rp123 Juta

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved