Perang AS dan Israel vs Iran

Jelang Deadline Ultimatum Trump, Media Israel Laporkan Mojtaba Khamenei Kritis di Kota Qom

Media Israel, The Jerusalem Post melaporkan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dalam kondisi kritis di Kota Qom.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/X
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, putra Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan dalam kondisi kritis di Kota Qom. Kabar itu disampaikan media Israel, The Jerusalem Post pada Selasa (7/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Eskalasi perang Amerika Serikat dan Israel versus Iran makin memanas jelang tenggat waktu ultimatum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Trump mengancam akan menghancurkan Iran dalam satu malam jika tidak membuka Selat Hormuz untuk jalur pelayaran energi global. Tenggat waktu ditetapkan pada Selasa (7/4/2026) pukul 20.00 waktu Washington DC, atau Rabu (8/4/2026) pukul 07.00 WIB. 

Sejauh ini Iran militer Iran menegaskan sikapnya menolak proposal kesepakatan damai yang diusulkan AS.

Jelang tenggat waktu ultimatum Trump, muncul kabar yang menyatakan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dalam kondisi kritis di Kota Qom.

Kabar itu disampaikan media Israel, The Jerusalem Post pada Selasa (7/4/2026).

Kabar itu bersumber dari surat kabar The Times yang mengutip memo diplomatik yang dikatakan berdasarkan intelijen AS dan Israel. 

Memo itu disebut menyatakan bahwa Khamenei tidak sadarkan diri dan dalam kondisi kritis, sehingga tidak mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan rezim. 

Kendati demikian, Iran hingga kini belum menanggapi atau mengonfirmasi kabar tersebut. 

Kabar ini merupakan pertama kalinya lokasi pemimpin tertinggi Iran terungkap. 

Kota Qom terletak sekitar 140 kilometer di selatan Teheran. Kota ini dianggap suci dalam Islam Syiah dan dikenal sebagai ibu kota keagamaan Republik Islam Iran.

Baca juga: Beda dengan Indonesia, Kapal Tanker Malaysia Boleh Lewat Selat Hormuz, Iran Sudah Anggap Teman Setia

Memo Dibagikan kepada Negara Teluk

Memo itu disebut ditujukan kepada sekutu-sekutu di Teluk dan merupakan dokumen pertama yang melaporkan lokasi Khamenei. 

Kondisi Mojtaba Khamenei yang dilaporkan kemungkinan akan memperdalam ketidakpastian tentang siapa yang secara efektif menjalankan Iran selama perang. 

Meskipun para pejabat Iran bersikeras bahwa ia tetap memegang kendali, ketidakhadirannya di depan publik sejak konflik dimulai telah memicu spekulasi bahwa kekuasaan mungkin berada di tempat lain dalam rezim tersebut. 

Mojtaba dilaporkan tidak mampu menjalankan rezim Islam selama beberapa minggu.

Kondisi ini memicu spekulasi apakah Korps Garda Revolusi Iran sekarang memegang kendali de facto. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved