Iran Vs Amerika Serikat

Mojtaba Khamenei Jadi Pimpinan Baru Iran, Harga Minyak Dunia Meroket, Tembus 108 Dolar AS

Harga minyak Brent melonjak 17 persen menjadi 108,77 dolar AS per barel

TRIBUN MEDAN/Istimewa/(WIKIMEDIA COMMONS via WION)
PIMPINAN BARU IRAN - Mojtaba Khamenei (kanan), putra dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kiri). Mojtaba Khamenei putra kedua dari Ali Khamenei resmi ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. 

TRIBUN-MEDAN.com - Harga minyak dunia melonjak tajam hingga tembus 105 dolar AS per barel setelah Iran mengumumkan pemimpin tertinggi baru di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Adapun lonjakan terjadi saat pasar energi global merespons perubahan kepemimpinan di Teheran, lantaran investor khawatir terhadap stabilitas kawasan setelah Mojtaba Khamenei putra kedua dari Ali Khamenei resmi ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.

Data pasar yang dikutip The Guardian, Harga minyak Brent melonjak 17 persen menjadi 108,77 dolar AS per barel. Kenaikan ini menjadi lonjakan harian terbesar sejak awal pandemi pada 2020.

Sementara itu, minyak mentah AS naik 18 persen menjadi 107,56 dolar AS per barel, yang berpotensi mendorong kenaikan harga bahan bakar dalam waktu cepat.

Baca juga: Polisi Ungkap Pembunuhan Bayani br Harahap di Tapsel, Dibunuh Usai Pergoki Maling di Rumahnya

Mojtaba dipilih menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 1 Maret lalu.

Perubahan kepemimpinan tersebut langsung memicu gejolak di pasar energi global karena Iran merupakan salah satu aktor penting dalam geopolitik minyak dunia.

Pengangkatan Mojtaba Khamenei dipandang investor sebagai faktor baru yang dapat memperpanjang ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat.

Sebagai ulama yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), kepemimpinannya dinilai berpotensi mempertahankan sikap keras Iranterhadap Amerika Serikat dan Israel.

Baca juga: JADWAL 16 Besar Liga Champions 2025/26 - Real Madrid Vs Man City, Mbappe Terancam Absen

Bagi pelaku pasar, kondisi tersebut meningkatkan risiko konflik berkepanjangan di Timur Tengah. 

Investor dan pedagang minyak mulai memperhitungkan kemungkinan gangguan lebih lanjut terhadap produksi maupun distribusi minyak global.

Ketidakpastian politik ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan harga minyak dalam waktu singkat.

Ketegangan di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan
Baca juga: Trump Tantang Pemimpin Baru Iran, Analis Sebut Rekam di Balik Layar Mojtaba Khamenei

Selain perubahan kepemimpinan Iran, lonjakan harga minyak juga dipicu oleh situasi di Strait of Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi salah satu titik terpenting dalam perdagangan energi dunia.

Konflik bermula pada 28 Februari 2026 ketika Israel, dengan dukungan militer Amerika Serikat, melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap sejumlah fasilitas strategis di Iran.

Operasi militer tersebut menargetkan berbagai kota penting seperti Teheran, Isfahan, dan Qom dengan ratusan pesawat tempur dan rudal jelajah.

Baca juga: 18 SPPG Kabupaten Asahan Ditutup Sementara, Siswa Tak Dapat MBG

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved