Berita Viral

SEBANYAK Rp143 Miliar Uang Raib dari Bank Daerah, Nasabah: Seperti Bank Ecek-ecek Saya Lihat Ini

Kasus peretasan dan pencurian dana nasabah Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi senilai Rp 143 miliar hingga kini belum terungkap.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/TribunJambi/Srituti Apriliani Putri
Pelayanan Bank Jambi di kantor cabang Sutomo, kawasan Pasar, Kota Jambi. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kasus peretasan dan pencurian dana nasabah dari salah satu bank daerah di Jambi senilai Rp 143 miliar hingga kini belum terungkap.

Sejak kejadian pada Minggu (22/2/2026), belum diketahui secara pasti kronologi lengkap maupun pihak yang bertanggung jawab atas peretasan tersebut.

Pihak bank melalui jajaran manajemen dan kuasa hukumnya, Ihsan Hasibuan, telah melaporkan kasus ini ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi pada Senin (23/2/2026).

Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia mengatakan, penyelidikan masih terus berlangsung. "Kita masih menunggu hasil audit forensik," singkat Taufik saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026). 

Sementara itu, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi, Zulfikar, belum memberikan tanggapan terkait perkembangan hasil audit tersebut.

Di tengah proses penyelidikan, sistem layanan bank belum sepenuhnya pulih.

Kondisi ini berdampak langsung pada nasabah, terutama dalam transaksi penarikan uang. 

Sejumlah nasabah mengaku harus mengantre berjam-jam hanya untuk menarik gaji mereka dari mesin ATM.

Salah satunya Adi, yang mengaku harus berpindah-pindah lokasi ATM karena keterbatasan uang di mesin.

"Sejak kemarin saya antre berjam-jam hanya untuk narik gaji," kata Adi.

Ia mengungkapkan, di lokasi pertama, uang di ATM habis setelah dirinya menunggu lama.

Hal serupa terjadi saat ia mencoba di lokasi lain.

"Akhirnya saya ke ATM di Kotabaru, itu pun saya cuma bisa tarik Rp3 juta, kan harusnya maksimal Rp5 juta. Ya sama, ternyata isi ATMnya habis juga," tambahnya.

Adi bahkan mempertanyakan kondisi keuangan bank tersebut. 

"Atau jangan-jangan uang Bank Jambi sudah habis," katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved