Berita Nasional
Purbaya Mulai Sisir Anggaran MBG, Kepala BGN Dadan Hindayana Jawab Singkat Padat
Dadan Hindayana, menegaskan lembaganya akan menjalankan apa pun keputusan yang diambil oleh Presiden Prabowo
TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah tengah mempertimbangkan berbagai langkah penghematan apabila tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia meningkat akibat lonjakan harga minyak dunia.
Teranyar, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyentil anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berencana memangkasnya.
Hal itu lantaran tengah terjadinya ketegangan geopolitik dunia merambat hingga ke ruang kebijakan dalam negeri.
Lonjakan harga minyak global yang dipicu konflik di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah, mulai menimbulkan tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia.
Baca juga: KISAH Getir Pembunuhan Nuriati Sinurat di Samosir: Tak Punya Ibu, Ayah Bisu, Alami Gangguan Mental
Di tengah situasi ini, pemerintah harus mempertimbangkan berbagai opsi agar stabilitas fiskal tetap terjaga tanpa mengorbankan program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Salah satu program yang kini ikut menjadi sorotan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa setiap keputusan terkait pelaksanaan program tersebut akan tetap berada di tangan presiden.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan lembaganya akan menjalankan apa pun keputusan yang diambil oleh Presiden Prabowo terkait kelanjutan maupun penyesuaian program MBG.
Baca juga: Senyum di Balik Huntara Tapanuli Selatan, Penyintas Bersiap Sambut Lebaran dengan Semangat Baru
Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas kemungkinan efisiensi anggaran yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Pemerintah tengah mempertimbangkan berbagai langkah penghematan apabila tekanan terhadap APBN meningkat akibat lonjakan harga minyak dunia.
"BGN akan jalankan apapun putusan Presiden," kata Dadan saat dihubungi Kompas.com, dikutip Senin (9/3/2026).
Pernyataan singkat itu mencerminkan satu hal penting: arah kebijakan program MBG sepenuhnya bergantung pada keputusan politik tertinggi di pemerintahan.
Program Raksasa dengan Anggaran Fantastis
Program MBG bukanlah program kecil. Dalam perencanaan pemerintah, skala pendanaannya tergolong sangat besar dan ambisius.
Dadan sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa pada 2026, BGN akan mengelola anggaran hingga Rp 335 triliun untuk memastikan program ini menjangkau seluruh penerima manfaat di Indonesia.
Baca juga: Pesan Terakhir Kapten Miswar Sebelum Dinyatakan Hilang di Selat Hormuz, Terkena Ranjau Laut
| Daftar 9 Purnawirawan TNI AD, AL dan AU yang Gugat Polda Metro Jaya Terkait Kasus Ijazah Jokowi |
|
|---|
| Menkeu Purbaya Sepakat MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, BGN Minta Dikecualikan Daerah 3T |
|
|---|
| Roy Suryo Blak-blakan Ungkap 3 Masalah yang Membelit Rismon Sianipar Usai Akui Ijazah Jokowi Asli |
|
|---|
| Resmi Berlaku 1 April 2026, Daftar Harga Tarif Listri per KwH untuk Pelanggan Subsidi dan Nonsubsidi |
|
|---|
| Sosok 2 Termul Bujuk Dokter Tifa Temui Jokowi di Solo, Bawa-bawa Nama Rismon Sianipar, |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kepala-BGN-Dadan-2.jpg)