Berita Nasional

Roy Suryo Blak-blakan Ungkap 3 Masalah yang Membelit Rismon Sianipar Usai Akui Ijazah Jokowi Asli

Roy blak-blakan menyebut ada tiga persoalan besar yang kini dihadapi Rismon Sianipar pasca langkah tersebut.

Tribun Medan/Istimewa
POLEMIK IJAZAH JOKOWI - Kolase foto pakar telematika Roy Suryo dan pakar digital forensik Rismon Sianipar. Kedua pakar itu makin geregatan usai gelar perkara khusus ijazah Jokowi yang digelar Bareskrim di Mabes Polri, Rabu (9/7/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com - Polemik kasus dugaan ijazah palsu yang melibatkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kembali menjadi perhatian publik setelah salah satu pihak yang sebelumnya vokal, Rismon Sianipar, memilih untuk meminta maaf sekaligus mengajukan restorative justice.

Keputusan tersebut memicu beragam tanggapan, termasuk dari Roy Suryo yang menilai langkah Rismon Sianipar justru menempatkannya dalam situasi yang tidak sederhana.

Roy blak-blakan menyebut ada tiga persoalan besar yang kini dihadapi Rismon Sianipar pasca langkah tersebut.

Restorative justice sendiri merupakan mekanisme penyelesaian perkara pidana di luar pengadilan yang mengedepankan perdamaian antara pihak pelapor dan terlapor.

Dalam praktiknya, jika disetujui, proses hukum dapat dihentikan melalui penerbitan SP3 atau Surat Perintah Penghentian Penyidikan oleh kepolisian.

Dugaan Tekanan di Balik Pengakuan

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengatakan, paket parcel Lebaran yang diberikan kepada peneliti forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar, ditujukan untuk sang ibundanya. Hal itu diungkapkan Gibran di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengatakan, paket parcel Lebaran yang diberikan kepada peneliti forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar, ditujukan untuk sang ibundanya. Hal itu diungkapkan Gibran di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Poin pertama yang disoroti Roy Suryo adalah terkait pengakuan Rismon Sianipar mengenai keaslian ijazah Jokowi.

Menurutnya, pengakuan tersebut patut dipertanyakan apakah benar-benar dilakukan secara sukarela.

Roy menyampaikan keraguannya dalam sebuah siniar di kanal YouTube Forum Keadilan TV.

"Yaitu, kalau disebut itu dia sukarela, saya kira tidak. Disebut dipaksa bisa, tapi orang kayak gitu kok masak dipaksa? Diancam," ujar Roy.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya dugaan bahwa keputusan Rismon untuk meminta maaf dan mengakui keaslian ijazah bukan semata-mata berasal dari kesadaran pribadi, melainkan kemungkinan dipengaruhi faktor lain.

Namun demikian, tidak terdapat keterangan resmi yang memastikan adanya tekanan tersebut, sehingga pernyataan ini masih menjadi bagian dari pandangan Roy Suryo.

Masalah Keabsahan Ijazah Rismon

Selain dugaan tekanan, Roy juga menyoroti persoalan kedua yang berkaitan dengan kredibilitas akademik Rismon sendiri. Ia menyebut bahwa saat ini ijazah milik Rismon dari Jepang tengah menjadi sorotan.

Ijazah yang dimaksud adalah jenjang S2 dan S3 dari Yamaguchi University. Keabsahan dokumen tersebut disebut-sebut dipertanyakan oleh sejumlah pihak.

"Karena ya mohon maaf, terakhir kan di soal ijazahnya, bukan hanya ijazahnya mantan presiden tadi yang kita sebut, ijazahnya dia sendiri yang kemudian bermasalah kan?"

"Nah, ini jadi artinya adalah polanya sedikit berbeda," tambah Roy.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved