Berita Samosir

KISAH Getir Pembunuhan Nuriati Sinurat di Samosir: Tak Punya Ibu, Ayah Bisu, Alami Gangguan Mental

Jejak peristiwa keji dan menyayat, yang berujung pada terbongkarnya kasus pembunuhan terhadap Nurhayati Sinurat (32). 

|
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/Arjuna Bakkara
Foto semasa hidup Nuriati Sinurat, korban pembunuhan di Samosir. 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Pintu besi makam tua di perladangan Desa Aek Nauli, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara (Sumut), masih dipasangi garis kuning polisi pada Minggu (8/3/2026) petang.

Police line itu terpasang tepat di gerbang besi sebuah tugu makam kosong yang dikelilingi ladang jagung. 

Tempat itu tampak sunyi dan terkesan angker. Di sekelilingnya tumbuh semak belukar, membuat bangunan makam tua tersebut terlihat seperti tugu yang lama terbengkalai.

Dari lokasi inilah penelusuran dimulai. Jejak sebuah peristiwa keji dan menyayat, yang berujung pada terbongkarnya dugaan pembunuhan terhadap Nuriati Sinurat (32). 

Polisi menetapkan Mardin Sinurat sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Dugaan pembunuhan itu diperkirakan terjadi sekitar tiga bulan sebelum jasad Nuriati ditemukan di dalam tugu makam tua tersebut.

Jarak antara rumah korban dengan makam itu diperkirakan sekitar dua kilometer. 

Di lokasi makam tersebut, terdapat satu rumah warga yang berjarak tak lebih dari 100 meter dan dikelilingi ladang jagung.

Makam tua di perladangan jagung yang menjadi lokasi penemuan korban pembunuhan, Nuariati Sinurat, di Desa Aek Nauli, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, masih dipasangi garis kuning polisi pada Minggu (8/3/2026) petang.
Makam tua di perladangan jagung yang menjadi lokasi penemuan korban pembunuhan, Nuariati Sinurat, di Desa Aek Nauli, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, masih dipasangi garis kuning polisi pada Minggu (8/3/2026) petang. (TRIBUN MEDAN/Arjuna Bakkara)

Saat menyambangi rumah korban, wawancara tidak mudah dilakukan. Ayah korban, Pandar Sinurat (60), ternyata seorang penyandang bisu.

Ia hanya menyambut kedatangan Tribun Medan dengan senyuman dan bahasa isyarat. 

Pandar tinggal di sebuah rumah papan tua berwarna kecoklatan dan mulai melapuk yang terlihat usang dimakan usia.

Di dinding rumah itu tertulis sebuah papan bertuliskan “Keluarga Penerima BLT Desa Kemiskinan Ekstrim 2023 Desa Aek Nauli.”

Di rumah sederhana itulah Pandar kini menjalani hari-harinya, merenungi kepergian putrinya yang belakangan terungkap diduga kuat dibunuh yang masih semarga dan berasal dari kampung yang sama, yakni Mardin Sinurat.

Mardin Sinurat sendiri diketahui ayah dari 4 anak, dua laki-laki dan dua perempuan.

Tak jauh dari rumah tersebut, Nuriati kini dimakamkan setelah jasadnya ditemukan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved