Berita Nasional

Menkeu Purbaya Sepakat MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, BGN Minta Dikecualikan Daerah 3T

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan mengurangi kualitas maupun manfaat yang diterima masyarakat.

IST
MENU MBG : Pekerja di salah dapur MBG di Deli Serdang menyiapkan pendistribusian untuk ke sekolah beberapa waktu lalu. Selama musim lebaran tidak semua dapur menyalurkan pendistribusian dan menyiapkan menu MBG ke sekolah. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa program MBG akan dijalankan selama lima hari dalam sepekan sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran.

“Di tempat lain, di seluruh kementerian ada efisiensi. Ada tahap ketiga yang kita desain untuk menutup kekurangan anggaran yang ada,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Menurutnya, perubahan skema ini bukan berarti mengurangi tujuan utama program, melainkan penyesuaian agar pelaksanaan tetap optimal dan berkelanjutan.

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan mengurangi kualitas maupun manfaat yang diterima masyarakat.

Baca juga: Kejanggalan Kasus Amsal Sitepu, Dianggap Rugikan Negara Rp 200 Juta Proyek Profil Desa di Karo

“Artinya menyesuaikan dengan perkembangan keadaan. Jadi harusnya tidak ada masalah,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa tidak ada pemangkasan anggaran secara langsung terhadap program MBG.

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa efisiensi berasal dari internal pelaksana program, yaitu Badan Gizi Nasional (BGN).

“MBG tidak saya potong. Mereka (BGN) melakukan efisiensi sendiri. Selama ada efisiensinya dan tidak mengurangi kualitas makanannya, saya setuju saja,” ujarnya.

Dengan demikian, pemerintah memberikan ruang bagi pelaksana untuk mengatur strategi operasional yang lebih hemat tanpa menurunkan standar layanan.

Baca juga: LIVE Timnas Indonesia Vs Bulgaria Malam Ini, Daftar Akhir 23 Pemain Garuda, Jens Raven Merapat

Kecuali Daerah 3 T

Di tengah upaya besar pemerintah membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, program pemenuhan gizi bagi anak sekolah kembali diperkuat dengan kebijakan yang lebih terarah.

Tidak sekadar pembagian makanan, langkah ini dirancang sebagai strategi jangka panjang untuk memastikan setiap anak Indonesia, terutama di wilayah rentan, mendapatkan hak dasar atas nutrisi yang layak. 

Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah disalurkan selama lima hari sekolah dalam sepekan, kecuali di daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T) dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Baca juga: Roy Suryo Blak-blakan Ungkap 3 Masalah yang Membelit Rismon Sianipar Usai Akui Ijazah Jokowi Asli

"Pemberian MBG untuk daerah 3T dan risiko stunting tinggi dilakukan selama enam hari sekolah atau Senin sampai Sabtu.

Ini merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari," ujar Kepala BGN Dadan Hindayana dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 29 Maret 2026.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved