Iran Vs Amerika Serikat
ANIES Baswedan Inginkan Indonesia Mundur dari BoP: Bukan Berarti Asal Ikut di Semua Meja
Anies menekankan mundur dari BoP. Justru ketika mundurlah maka akan menunjukkan kesetiaan kita pada bangsa.
TRIBUN-MEDAN.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mau Indonesia keluar dari Board of Peace di tengah Amerika Serikat serang Iran.
Board of Peace adalah organisasi internasional yang didirikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk misi perdamaian.
Namun, Donald Trump sendiri malah memerintahkan serangan udara ke Iran hingga menewaskan Ayatollah Ali Khamenei selaku pemimpin tertinggi.
Anies Baswedan pun mengaitkan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace dengan pembukaan UUD 1945.
Baca juga: SOSOK Haji Her, Crazy Rich Asal Madura, Bedah Rumah Warga Gunakan Laba MBG
"Kali ini saya ingin urun pendapat tentang sikap kita di panggung global, Indonesia adalah negara yang lahir dari penolakan terhadap penjajahan.
Di pembukaan UUD 1945, kita berjanji untuk menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Sebagai pelopor Konferensi Asia-Afrika dan gerakan non blok, kita mewarisi reputasi sebagai suara dunia ke-3 yang berani mengingatkan negara-negara besar agar tunduk pada hukum internasional.
Karena itu, keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace yang dibentuk dan dipimpin seumur hidup oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menimbulkan satu pertanyaan mengganggu.
Baca juga: Jawaban Menkeu Purbaya Soal THR Pekerja Swasta Dikenai Pajak Beda ASN, TNI, Polri Ditanggung Negara
Apakah ini benar-benar jalan untuk perdamaian yang adil, atau kita sedang ikut melegitimasi ketidakadilan yang selama ini kita kecam?," ucap Anies dikutip dari Instagram pribadinya, Sabtu (7/3/2026).
Anies pun bingung, Board of Peace menyuarakan perdamaian namun pendirinya malah melakukan serangan terhadap Iran.
Padahal tidak ada ancaman nyata maupun perintah dari PBB.
"Board of Peace memang tertulis menjanjikan perdamaian, namun ketuanya yaitu Presiden Trump, justru baru saja memerintahkan serangan militer ke Iran bersama Israel.
Tanpa mandat PBB, tanpa ancaman nyata, dan di tengah negosiasi yang justru menunjukkan kemajuan dan dengan level korban sampai ke kepala negara.
Baca juga: Duduk Perkara Selebgram Nabilah Lapor Pencurian di Resto Malah Jadi Tersangka, Saya Diminta 1 Miliar
Bagaimana mungkin dewan perdamaian itu bisa tetap berjalan seolah tak terjadi apa-apa ketika pelopornya sendiri melanggar hukum internasional di depan mata dunia?," lanjutnya.
Anies kemudian menginformasikan makna dari politik bebas aktif.
| Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Sasar Pulau Kharg, Jantung Kerajaan Minyak Iran |
|
|---|
| Iran Diduga Rencanakan Drone Mematikan Serang Pantai California, FBI Panik Sebarkan Informasi |
|
|---|
| Presiden AS Sebut Perang dengan Iran Segera Berakhir, Trump: Kapan pun Saya Inginkan, Maka Berakhir |
|
|---|
| AS Tuduh Iran Pasang Ranjau di Selat Hormuz, Trump Ancam Singkirkan, Siapkan Konsekuensi Berat |
|
|---|
| HARGA Minyak Dunia Menurun Tajam, Imbas Donald Trump Ambisi Ambil Alih Selat Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Anies-Baswedan-Prabowo-su.jpg)