Berita Viral
PERNYATAAN Terbaru Wali Kota Medan Rico Waas Usai Muncul Gejolak Protes Isu Jual Daging Babi
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan tidak ada larangan bagi pedagang daging non halal untuk berjualan di Kota Medan.
Ia juga mengimbau agar pemerintah fokus pada masalah yang lebih mendesak seperti banjir, narkoba, dan kejahatan jalanan, daripada mempersulit pedagang yang mencari nafkah.
Baca juga: PENOLAKAN Komunitas Batak soal Surat Edaran yang Mengatur Penjualan Daging Non-Halal di Medan
Tidak Masuk Akal
Kalau hanya ada dua titik distribusi — Pasar Petisah dan Pasar Sambu — untuk area khusus non-halal di Kota Medan, secara geografis terasa tidak masuk akal. Bandingkan dengan kondisi wilayahnya:
Gambaran Kota Medan:
- Luas wilayah: 265,10 km⊃2; (26.510 hektar).
- Jumlah kecamatan: 21.
- Penduduk: ±2,46 juta jiwa.
- Karakter wilayah: Kota besar dengan sebaran permukiman padat di barat, timur, selatan, dan utara.
Lokasi Dua Pasar:
- Pasar Petisah: Berada di pusat kota, dekat kawasan perdagangan utama.
- Pasar Sambu: Juga relatif di pusat kota, tidak jauh dari Petisah.
- Kedua pasar berada di area inti kota, sehingga akses dari pinggiran (Medan Johor di selatan, Medan Marelan di utara, Medan Tuntungan di barat, Medan Perjuangan di timur) memerlukan perjalanan cukup jauh.
Analisis Jarak Tempuh:
- Dari Medan Johor (selatan) ke Pasar Petisah: ±8–10 km.
- Dari Medan Marelan (utara) ke Pasar Sambu: ±12–15 km.
- Dari Medan Tuntungan (barat) ke Pasar Petisah: ±10–12 km.
- Dari Medan Perjuangan (timur) ke Pasar Sambu: ±7–9 km.
Dengan luas kota tersbesar ketiga di Indonesia ini, hanya menyediakan dua titik penjualan daging non halal di pusat kota, berarti warga di pinggiran harus menempuh perjalanan panjang, yang jelas tidak efisien.
Secara logika distribusi, untuk kota dengan 21 kecamatan, idealnya ada minimal 1 titik per zona besar (utara, selatan, barat, timur) agar akses lebih merata.
(*/Dyk/Tribun-medan.com)
Baca juga: KETUM GAMKI Ajak Rico Waas ke Lapak Pedagang Daging Babi: Lebih Bersih dari Daging Ayam
Artikel sebelumnya telah tayang dengan judul: Wali Kota Medan Rico Waas Tegaskan Tak Ada Larangan Pedagang Daging Nonhalal Berjualan
Komunitas Batak Tolak Surat Edaran Wali Kota Medan
Respons Wali Kota Medan
Wali Kota Medan Rico Waas
Pemko Medan dan Daging Babi
Meaningful
| SOSOK Riga Septian Bahri Perawat di Aceh Joget-Joget Saat Operasi Pasien, Kini Dicampakkan ke BKPSDM |
|
|---|
| BGN Minta Maaf 60 Siswa Sakit Setelah Santap MBG di Jaktim, Kini SPPG Pondok Kelapa Dihentikan |
|
|---|
| SOSOK DAFFA Pelaku Penipuan Event Sunda Land Run, Ribuan Peserta Diarahkan ke Markas TNI Bogor |
|
|---|
| Diancam Trump, Respon Iran: Komandan dan Tentara AS Akan Menjadi Makanan Hiu di Teluk Persia |
|
|---|
| Presiden Trump Ultimatum Iran dalam Waktu 48 Jam: Buka Selat Hormuz atau Semua jadi Neraka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sahat-Sinurat-mengunjungi-pedagang-daging-babi.jpg)