Berita Viral
Presiden Trump Ultimatum Iran dalam Waktu 48 Jam: Buka Selat Hormuz atau Semua jadi Neraka
Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz
TRIBUN-MEDAN.COM - Dalam ultimatumnya pada Sabtu (4/4/2026), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan waktu 48 jam kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz, yang strategis bagi jalur energi global.
Jika tidak ada kesepakatan dalam waktu 48 jam, Iran akan menghadapi konsekuensi besar.
"Waktu hampir habis—48 jam sebelum semua Neraka akan menimpa mereka," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dikutip dari AFP.
Ancaman ini bukan yang pertama disampaikan Trump dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya pada 21 Maret 2026, Trump memperingatkan bahwa AS akan “menghancurkan” pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak segera membuka Selat Hormuz tanpa syarat.
Namun, dua hari setelah ancaman tersebut, presiden ke-47 AS itu sempat melunak dengan menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan positif.
Ia mengatakan, sedang berlangsung percakapan yang sangat baik dan produktif dengan otoritas Iran.
Trump juga memutuskan untuk menunda rencana serangan terhadap pembangkit listrik Iran selama lima hari.
Penundaan itu kemudian diperpanjang kembali hingga batas waktu terbaru yang ditetapkan pada pukul 20.00 pada Senin (23/3/2026), atau 07.00 WIB Selasa.
Di tengah eskalasi retorika tersebut, para ahli mengingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran vital yang menjadi salah satu titik utama distribusi minyak dunia, sehingga setiap ketegangan di kawasan ini berpotensi berdampak luas terhadap ekonomi global.
Sementara itu, laporan intelijen terbaru AS memperingatkan bahwa Iran kemungkinan besar tidak akan membuka blokade di Selat Hormuz dalam waktu dekat.
Berdasarkan keterangan tiga sumber yang memahami masalah tersebut, Teheran menilai kendalinya atas jalur nadi minyak dunia tersebut merupakan satu-satunya alat penekan nyata yang mereka miliki terhadap AS.
Temuan ini mengindikasikan bahwa Teheran akan terus mencekik jalur pelayaran tersebut guna menjaga harga energi tetap tinggi.
Langkah ini dilakukan untuk menekan Trump agar segera mencari jalan keluar dari perang yang telah berlangsung lebih dari sebulan, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (3/4/2026).
Presiden Trump Ultimatum Iran dalam Waktu 48 Jam
trump minta iran dalam waktu 48 jam
Selat Hormuz
| Dampak Perang Iran: Pakistan Naikkan Harga BBM 43 Persen untuk Bensin dan 55 Persen untuk Solar |
|
|---|
| KISAH Arief Dwi Bangun Usaha dari Modal Pinjol Gegara Usulan KUR Tak Jelas, Tapi Bunga Mencekik |
|
|---|
| Indonesia di Tengah Eskalasi Konflik Lebanon: Antara Komitmen Perdamaian dan Perlindungan Nasional |
|
|---|
| HEBOH Benda Mirip Meteor Melintas di Langit Lampung, Warga Takut Karena Disusul Suara Dentuman keras |
|
|---|
| IRAN SINDIR AS - Kedutaan Besar Iran untuk Afrika Selatan Mengunggah Cuitan Sarkastik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/donald-trump-akan-ajukan-gugatan-ke-mahkamah-agung-karena-merasa-dicurangi-di-pilpres-as.jpg)