Breaking News

Berita Viral

BGN Minta Maaf 60 Siswa Sakit Setelah Santap MBG di Jaktim, Kini SPPG Pondok Kelapa Dihentikan

Sebanyak 60 siswa mengalami sakit setelah menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG) di Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.

TRIBUN MEDAN/Alija Magribi
PROGRAM MBG DI SIANTAR - Penyaluran MBG di SMA Negeri 1 Kota Pematangsiantar pada September 2025 lalu. Penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pematangsiantar dipastikan tetap berlangsung kendati kegiatan belajar mengajar di sekolah sedang berhenti akibat libur akhir semester. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebanyak 60 siswa mengalami sakit setelah menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG) di Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Badan Gizi Nasional (BGN) telah meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini. 

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang memastikan seluruh korban akan mendapat penanganan penuh.

BGN juga menanggung biaya pengobatan.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ucap Nanik saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (4/4/2026). 

Baca juga: SOSOK DAFFA Pelaku Penipuan Event Sunda Land Run, Ribuan Peserta Diarahkan ke Markas TNI Bogor

Baca juga: Diancam Trump, Respon Iran: Komandan dan Tentara AS Akan Menjadi Makanan Hiu di Teluk Persia

BGN langsung menghentikan operasional dapur SPPG Pondok Kelapa 2. Keputusan ini diambil setelah ditemukan masalah pada fasilitas dapur.

 "Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend (hentikan sementara) untuk waktu yang tidak terbatas, karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) yang masih belum memenuhi standar," tutur Nanik.

Insiden terjadi pada Jumat (3/4/2026). Sehari sebelumnya, Kamis (2/4/2026) sore, laporan masuk dari guru terkait siswa yang mengalami sakit perut, diare, dan mual setelah makan.

Menu yang disajikan saat itu terdiri dari spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, dan stroberi.

Total 60 siswa terdampak.

Seluruhnya telah mendapat penanganan medis dan kondisi dilaporkan membaik.

BGN menduga makanan tidak lagi dalam kondisi segar saat dikonsumsi. Jeda waktu antara proses memasak dan distribusi dinilai terlalu lama.

Kondisi ini berisiko menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.

BGN menyatakan akan memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang dan keamanan pangan dalam program MBG tetap terjaga.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved