Banjir Bandang Batangtoru

Menteri ESDM Bahlil di Garoga: Banjir Bandang Bangtoru, Penebangan Hutan hingga Krisis BBM

Menteri Bahlil tiba di Garoga, Selasa (2/11/2025) satu dari tiga desa terparah diterjang banjir bandang Batangtoru. Kondisinya nyaris hilang.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
KUNJUNGI GAROGA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat mengunjungi warga koban banjir di Garoga, Batangtoru, Tapsel, Selasa (2/12/2025). Ia berjanji akan mendirikan satu tenda di setiap rumah korban. 

Tanpa Barcode

Bahlil menjelaskan, kondisi pengisian BBM bagi warga untuk sementara bisa dilayani tanpa barcode. Begitu juga dengan LPG.

Peraturan ini katanya sudah dibuat sejak pagi tadi.

"Tidak lagi memakai barcode. Silakan saja masuk untuk wilayah bencana ini," ujarnya.

Kondisi listrik

Bahlil juga menyinggung soal permasalahan listrik selama becana banjir bandang terjadi. Meski berangsur pulih, listrik masih mengalami padam.

Kondisi ini, kata Bahlil, disebabkan karena masih adanya masalah gardu dan tower listrik yang hancur. 

"Sekarang kami memakai tiang listrik tekanan rendah sambil memperbaiki tower. Tegangan listrik tinggi akan bisa selesai, Insya Allah Jumat atau Sabtu. Doakan supaya cuacanya baik," katanya.

Penebangan hutan

SISA RUMAH - Penampakan satu rumah tersisa di Garoga usai banjir bandang di Batangtoru, Selasa (2/12/2025). Banjir bandang ini nyaris menghapus Desa Garoga.
SISA RUMAH - Penampakan satu rumah tersisa di Garoga usai banjir bandang di Batangtoru, Selasa (2/12/2025). Banjir bandang ini nyaris menghapus Desa Garoga. (TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan)

Bahlil kemudian ditanyakan soal kayu gelondongan yang disebut warga berasal dari adanya penebangan hutan di Hulu Sungai.

Aktivitas ini disebut warga karena sebuah perusahaan di atas sana sedang membuka lahan. Lahan itu katanya untuk plasma sawit.

"Nanti kami akan koodirnasikan ke kementerian teknis. Nanti setelah saya pulang dari sini akan saya koordinasikan," katanya.

Di sisi lain, pemerintah termasuk Bahlil beberapa kali menyerukan untuk memaksimalkan sumber daya alam.

Tapi yang terjadi di Batangtoru justru musibah. Pohon ditebangi, hutan rusak lalu menyebabkan banjir bandang.

"Dimaksimalkan dengan memperhatikan amdal. Kaidah lingkungan jadi prioritas. Dengan kejadian ini, kami evaluasi dengan memperketat proses usaha," pungkasnya.

(ase/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved