Banjir Bandang Batangtoru

Dermawan Tak Kedinginan Lagi, Sudah Dapat Bantuan Selimut dari Gus Irawan

Dermawan merupakan korban banjir bandang warga Desa Huta Godang, Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel). 

|
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan SELIMUT - Dermawan Panggabean akhienya mendapatkan bantuan selimut oleh Bupati Tapsel Gus Irawan, Selasa (23/12/2025). Sebelumnya ia kedinginan selama bertahan hidup di posko pengungsian Batu Hula, Batangtoru. 

TRIBUN-MEDAN.COM, BATANGTORU- Dermawan Panggabean sekarang tak kedinginan lagi. Ia sudah mendapatkan bantuan selimut.

Dermawan merupakan korban banjir bandang warga Desa Huta Godang, Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel). 

Sudah 29 hari ia bertahan hidup di posko pengungsian Desa Batu Hula. Selama itu pula ia mengaku kedinginan karena tak punya selimut saat tidur.

Pada Senin 12 Desember 2025 malam, Dermawan mencurahkan hatinya bahwa para pengungsi sudah mulai terserang penyakit, seperti batuk--ditambah cuaca di Batangtoru masih terus dilanda hujan.

"Mungkin karena kedinginan," ucap perempuan paruh baya ini.

Penyakit menular ini, kata Dermawan, sudah terjadi sepekan belakangan. Kemungkinan besar disebabkan karena cuaca ataupun menular dari satu ke yang lain.

"Semua baju kami terendam banjir. Kedinginan kami. Mudah-mudahan aku bisa hidup," ucapnya.

"Aku belum punya selimut. Kami mohon kalau mau ngasih selimut, langsung ke kami saja. Jangan ke posko, karena kadang mereka simpan, gak dibagi ke kami," ujarnya.

Tak Kedinginan Lagi

SELIMUT - Dermawan Panggabean akhienya mendapatkan bantuan selimut oleh Bupati Tapsel Gus Irawan, Selasa (23/12/2025). Sebelumnya ia kedinginan selama bertahan hidup di posko pengungsian Batu Hula, Batangtoru.
SELIMUT - Dermawan Panggabean akhienya mendapatkan bantuan selimut oleh Bupati Tapsel Gus Irawan, Selasa (23/12/2025). Sebelumnya ia kedinginan selama bertahan hidup di posko pengungsian Batu Hula, Batangtoru. (TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan)

Permintaan selimut yang diungkapkan Dermawan baru bisa didapat saat Wakil Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung bersama Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu datang berkunjung.

Yuliot Tanjung dan Gus Irawan baru saja meninjau persiapan lahan hunian sementara di belakang posko pengungsian.

Setelah itu, Yuliot dan Gus Irawan pergi melihat kondisi pengungsian. Ternyata Dermawan Panggabean menjadi salah satu pengungsi yang diajak berbincang oleh Yuliot.

Awalnya ia bercerita mengenang kembali perjuangannya bisa selamat ketika banjir bandang terjadi di Huta Godang 25 November 2025 lalu.

"Airnya sudah setinggi rumah. Kami menyelamatkan diri hingga Aek Ngadol lalu dijemput mobil dibawa ke posko pengungsian," katanya.

Ia kemudian ditanya soal permintaanbantuan selimut yang diucapnya pekan lalu, ternyata hingga hari ini ia masih kedinginan tak punya selimut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved