Banjir Bandang Batangtoru
Menteri ESDM Bahlil di Garoga: Banjir Bandang Bangtoru, Penebangan Hutan hingga Krisis BBM
Menteri Bahlil tiba di Garoga, Selasa (2/11/2025) satu dari tiga desa terparah diterjang banjir bandang Batangtoru. Kondisinya nyaris hilang.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Azis Husein Hasibuan
TRIBUN-MEDAN.com, GAROGA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengucapkan rasa dukanya atas bencan alam banjir bandang yang menerjang Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel).
Menteri Bahlil tiba di Garoga, Selasa (2/11/2025) satu dari tiga desa terparah diterjang banjir bandang Batangtoru. Kondisinya nyaris hilang.
"Saya berduka cita yang sedalam-dalamnya atas saudara-saudara kita yang dipanggilan Allah atas bencana ini. Semoga keluarga diberi kekuatan dan umur panjang dalam cobaan ini," ucap Bahlil.
Bahlil tiba sore hari di Garoga. Ia mengakui kondisi desa ini paling terparah dari dua desa lainnya yang kena banjir bandang.
Atas kejadian ini, Bahlil meminta bantuan PT Agincourt Resources (AR) untuk membersihkan semua sisa banjir, termasuk lumpur dan kayu gelondongan.
Terjerat KUR
Bahlil juga menyinggung aspirasi Kepala Desa Garoga Riswan Pohan yang meminta tenda untuk 245 kepala keluarga.
Sang kepala desa juga meminta bantuan soal nasib warganya yang terjerat program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Ini disuarakan karena mayoritas warga sebagai petani sudah mengalami gagal panen.
"Desa ini mayoritasnya petani. Sudah mau panen tiba-tiba panen. Ada kredit. Saya sudah sampaikan sama bupati untuk menjadi tanggung jawab bersama. Jangan lagi berikan mereka beban. Kita cari solusinya," kata Bahlil.
Permasalahan BBM
Bahlil juga bicara soal krisis BBM yang sedang dialami warga Batangtoru.
Bahlil menyebut stok BBM masih aman. Namun faktanya, sudah empat hari warga di wilayah ini mengalami krisis BBM.
"Stok BBM untuk wilayah Sumut itu cukup, tapi untuk kabupaten ini gak bisa masuk karena jalannya terputus. Kami sekarang memikirkan untuk memobilisasi. Seperti lewat jalan tikus," kata Bahlil.
Bahlil beralasan langkanya stok BBM di Batangtoru terkendala karena akses jalan yang putus karena longsor.
Tanpa Barcode
Bahlil menjelaskan, kondisi pengisian BBM bagi warga untuk sementara bisa dilayani tanpa barcode. Begitu juga dengan LPG.
Peraturan ini katanya sudah dibuat sejak pagi tadi.
"Tidak lagi memakai barcode. Silakan saja masuk untuk wilayah bencana ini," ujarnya.
Kondisi listrik
Bahlil juga menyinggung soal permasalahan listrik selama becana banjir bandang terjadi. Meski berangsur pulih, listrik masih mengalami padam.
Kondisi ini, kata Bahlil, disebabkan karena masih adanya masalah gardu dan tower listrik yang hancur.
"Sekarang kami memakai tiang listrik tekanan rendah sambil memperbaiki tower. Tegangan listrik tinggi akan bisa selesai, Insya Allah Jumat atau Sabtu. Doakan supaya cuacanya baik," katanya.
Penebangan hutan
Bahlil kemudian ditanyakan soal kayu gelondongan yang disebut warga berasal dari adanya penebangan hutan di Hulu Sungai.
Aktivitas ini disebut warga karena sebuah perusahaan di atas sana sedang membuka lahan. Lahan itu katanya untuk plasma sawit.
"Nanti kami akan koodirnasikan ke kementerian teknis. Nanti setelah saya pulang dari sini akan saya koordinasikan," katanya.
Di sisi lain, pemerintah termasuk Bahlil beberapa kali menyerukan untuk memaksimalkan sumber daya alam.
Tapi yang terjadi di Batangtoru justru musibah. Pohon ditebangi, hutan rusak lalu menyebabkan banjir bandang.
"Dimaksimalkan dengan memperhatikan amdal. Kaidah lingkungan jadi prioritas. Dengan kejadian ini, kami evaluasi dengan memperketat proses usaha," pungkasnya.
(ase/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Dihadiri Mujianto, Gus Irawan dan Yayasan Buddha Tzu Chi Tanda Tangan Pembangunan Huntap Batangtoru |
|
|---|
| PT TBS Segera Jadi Tersangka Banjir Bandang di Garoga, Jampidum: Ini Menyangkut Nyawa Manusia |
|
|---|
| Data Pengungsi Banjir Bandang di Tapsel 4.693 Warga, Rumah Rusak Berat Dapat Bantuan Rp 60 Juta |
|
|---|
| Dermawan Tak Kedinginan Lagi, Sudah Dapat Bantuan Selimut dari Gus Irawan |
|
|---|
| Sudah 27 Hari di Pengungsian, Nasib Warga Garoga Sempat Ingin Bertahan, Akhirnya Setuju Direlokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bahlil-garoga-tribunmedan.jpg)