Banjir Bandang Batangtoru

Sudah 27 Hari di Pengungsian, Nasib Warga Garoga Sempat Ingin Bertahan, Akhirnya Setuju Direlokasi

Gus Irawan juga berbicara soal nasib warga Garoga, Huta Godang dan Aek Ngadol yang terdampak banjir bandang di Batangtoru. 

TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
BATUK - Aktivitas para pengungsi korban banjir bandang Batangtoru di posko Desa Batu Hula, Senin (15/12/2025). Kini para pengungsi mulai terserang penyakit menular, seperti batuk, demak hingga pilek. 

TRIBUN-MEDAN.com, BATANGTORU - Sudah 27 hari warga Garoga menderita. Tak punya tempat tinggal usai rumahnya hancur diterjang banjir bandang.

Penderitaan warga Garoga juga semakin terasa ketika kembali mengingat-ingat bencana banjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.

Keluarganya hanyut, tewas bahkan lepas dari genggaman dikarekan kayu gelondong berukuran besar saat banjir bandang.

Kini sudah 27 hari mereka tak punya rumah, kedinginan di tempat pengungsian.

Gus Irawan juga berbicara soal nasib warga Garoga, Huta Godang dan Aek Ngadol yang terdampak banjir bandang di Batangtoru. 

BERBINCANG -  Warga berbincang di tengah puing-puing kayu gelondongan pascabanjir bandang di Garoga, Batangtoru, Tapsel, Kamis (4/12/2025). Banjir ini menyapu rumah-rumah warga sampai nyaris kondisi desa nyaris hilang.
BERBINCANG - Warga berbincang di tengah puing-puing kayu gelondongan pascabanjir bandang di Garoga, Batangtoru, Tapsel, Kamis (4/12/2025). Banjir ini menyapu rumah-rumah warga sampai nyaris kondisi desa nyaris hilang. (TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan)

"Khusus di Garoga, masyarakat awalnya ingin di tempat semula, tapi sekarang syukurnya karena mereka menyaksikan sendiri banjir susulan sungai meluap, maka mereka sepakat untuk direlokasi," ujar Gus Irawan.

Pemkab Tapsel, lanjut Gus Irawan, sudah mencari lokasi yang tidak jauh dengan pemukiman warga di Garoga.

Ditemukan sebuah lahan perbukitan seluas empat hektare dengan pemilik enam orang.

"Tapi ternyata hasil dari badan geologi, tidak direkomendasikan. Intinya lahan ini gak aman untuk relokasi," ujarnya.

Atas hal ini, Gus Irawan kembali lagi memohon ke PTPN IV dan disepakati relokasi warga Garoga, Huta Godang dan Aek Ngadol di Desa Sumuran, Batangtoru.

"Lahannya 15 hektare karena kami data ada sekitar 700 kepala keluarga di tiga desa ini.

Ada proses tentunya yang sudah kami ajukan untuk hunian sementara yang kemungkinan akan lanjut ke hunian tetap bagi warga," pungkasnya.

Hunian Tetap di Lahan PTPN IV

Rencananya relokasi hunian tetap memakai lahan PTPN IV akan dibangun sebanyak 227 rumah bekerja sama dengan yayasan kemanusiaan.

Nantinya, korban banjir dari Desa Hapesong Baru, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur dan Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan akan menempati lahan tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved