Banjir Bandang Batangtoru

Data Pengungsi Banjir Bandang di Tapsel 4.693 Warga, Rumah Rusak Berat Dapat Bantuan Rp 60 Juta

Berdasarkan data BPBD Sumut per Minggu (28/12/2025), tercatat masih ada 4.693 warga yang bertahan di pengungsian.

TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
BANJIR BANDANG - Seorang warga sedang melihat mobil yang melintas usai banjir bandang di Huta Godang, Batangtoru, Tapsel, Kamis (27/11/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, BATANGTORU - Dampak banjir dan longsor yang menerjang Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, sejak Senin (24/11/2025) atau 34 hari lalu, masih dirasakan masyarakat hingga kini.

Berdasarkan data BPBD Sumut per Minggu (28/12/2025), tercatat masih ada 4.693 warga yang bertahan di pengungsian.

Selain masalah pengungsian, ribuan rumah warga dilaporkan masih dipenuhi material lumpur sisa bencana.

Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Desa Huta Godang, Kecamatan Batangtoru.

BATUK - Aktivitas para pengungsi korban banjir bandang Batangtoru di posko Desa Batu Hula, Senin (15/12/2025). Kini para pengungsi mulai terserang penyakit menular, seperti batuk, demak hingga pilek.
BATUK - Aktivitas para pengungsi korban banjir bandang Batangtoru di posko Desa Batu Hula, Senin (15/12/2025). Kini para pengungsi mulai terserang penyakit menular, seperti batuk, demak hingga pilek. (TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan)

Aparat gabungan dari Polri dan TNI hingga Minggu (28/12/2025) masih terus berjibaku membersihkan material longsor dan lumpur yang masuk ke dalam rumah warga. Pembersihan dilakukan secara gotong royong menggunakan peralatan manual.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyebutkan tim gabungan diterjunkan ke sejumlah titik krusial agar proses pembersihan bisa lebih cepat. Petugas menggunakan gerobak sorong, sekop, hingga cangkul untuk mengeluarkan tumpukan lumpur dari dalam hunian warga.

"(Tim) menggunakan peralatan manual," ujar Ferry dalam keterangan tertulisnya.

Dukungan Dapur Umum

Selain fokus pada pembersihan rumah, petugas juga membantu pengoperasian dapur lapangan di Kantor Camat Batangtoru.

Dapur ini dioperasikan untuk menjamin ketersediaan konsumsi bagi warga terdampak serta personel gabungan yang bertugas di lokasi bencana.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, saat mengunjungi Kecamatan Angkola Muara Tais pada Sabtu (27/12/2025), memastikan pemerintah pusat dan daerah akan bekerja sama memulihkan infrastruktur yang rusak, termasuk lahan pertanian warga.

"Rumah yang rusak ringan, sedang, berat, dan hilang akan diperbaiki oleh Pak Presiden. Begitu juga sawah kebun yang rusak akan kami pulihkan, dari bibit sampai pengolahan lahannya. Fasilitas umum seperti gereja dan sekolah juga akan diperbaiki, jadi amang, inang tenang, tetapi tentu ini bertahap," kata Bobby.

Data Terbaru Korban Banjir Tapsel

Hingga Minggu (28/12/2025), BPBD Sumut mencatat total korban jiwa akibat banjir dan longsor di Tapanuli Selatan mencapai 88 orang meninggal dunia.

Selain itu, terdapat 127 orang terluka, 20 orang dinyatakan masih hilang, dan 4.693 orang terpaksa mengungsi di berbagai titik pengungsian.

Kebutuhan akan bibit pertanian dan perbaikan hunian menjadi prioritas mendesak bagi warga Tapsel yang kehilangan mata pencaharian dan tempat tinggal akibat bencana dahsyat ini.

Bobby: Rumah Rusak Akibat Bencana Akan Diganti, Dapat Bantuan Presiden Rp 15-60 Juta

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved