Ortu/Wali Murid SD Lentera Harapan Medan Protes Uang Sekolah Naik Drastis 40 Persen

Para orangtua dan wali murid SD Lentera Harapan Medan mengeluhkan kenaikan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang mencapai 40 persen.

|
Editor: Juang Naibaho
Tribun Medan/HO
Sekolah Dasar Lentera Harapan Medan di Jl Pukat Banting II, Mandala Bypass. Memasuki tahun ajaran baru 2024 ini, para orangtua dan wali murid mengeluhkan kenaikan drastis uang sekolah yang mencapai 40 persen. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Para orangtua dan wali murid SD Lentera Harapan Medan mengeluhkan kenaikan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang mencapai 40 persen.

Persentase kenaikan ini jika dinominalkan sebesar Rp 200 ribu. Mirisnya, kenaikan uang sekolah di SD Lentera Harapan Medan terjadi setiap tahun dalam kurun tiga tahun terakhir dengan akumulasi mencapai 100 persen.

Kondisi ini dianggap menambah beban para orangtua atau wali murid di tengah tingginya kebutuhan hidup.

Tribunmedan.com sudah berupaya meminta tanggapan pihak sekolah terkait keluhan para orangtua murid, Jumat (26/7/20224) pagi. Namun, pihak sekolah tidak bersedia memberi keterangan. “Kita kan belum ada janji,” ucap Jeremi Junior, Kepala SD Lentera Harapan Medan.

Baca juga: Catat! Ini Fungsi dan Tugas Komite Sekolah

Terpisah, salah satu orangtua murid, Nur, mengaku tak menyangka kenaikan tahun ajaran baru ini mencapai 40 persen.

Pasalnya, dua tahun terakhir pihak sekolah sudah menaikkan SPP masing-masing sebesar Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Dengan begitu, kenaikan uang sekolah dalam tiga tahun terakhir mencapai 100 persen.

“Ini berturut-turut tahun ketiga naik uang sekolah. Sudah banyak yang protes tapi tak digubris,” ujarnya.

Nur menceritakan dua anaknya bersekolah di SD Lentera Harapan Medan. Awalnya uang sekolah yang ditetapkan sebesar Rp 350 ribu.

Dua tahun lalu, pihak sekolah menaikkan jadi Rp 450 ribu. Setahun berselang tepatnya tahun ajaran 2023 naik lagi jadi Rp 500 ribu.

Tahun ajaran 2024 ini, uang sekolah kembali naik. Kali ini tak tanggung-tanggung, sebesar Rp 200 ribu atau sekitar 40 persen.

Jika diakumulasi tiga tahun terakhir, persentase kenaikan uang sekolah mencapai 100 persen.

Kenaikan ini memunculkan gejolak di kalangan orangtua dan wali murid. Dalam pertemuan antara pihak sekolah dan wali murid, gelombang protes atas kenaikan uang sekolah pun mengalir deras. Namun, pertanyaan para wali murid dianggap angin lalu oleh pihak sekolah.

Merasa Terjebak

Nur menambahkan, kenaikan uang sekolah hingga 100 persen dalam tiga tahun terakhir memang di luar perkiraannya.

Sebab, saat mendaftarkan anak sulungnya di SD Lentera Harapan Medan, dia sudah mewanti-wanti seputar biaya sekolah, baik uang pembangunan, SPP, uang seragam, buku, dan lainnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved