Longsor di Sibolangit

Longsor di Sembahe Tewaskan Lima Warga, Tim Gabungan Isolasi Lokasi untuk Hindari Susulan

Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara menewaskan lima warga.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
LONGSOR SUSULAN - Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Rantau Isnur Eka (kanan) bersama Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Medan Herry Marantika (Kiri) ketika diwawancarai soal bencana longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (8/4/2026). Sat Brimob Polda Sumut akan kikis tebing retak di atas pemukiman yang berpotensi longsor susulan. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara menewaskan lima warga.

Kelimanya ialah Gobal Sembiring (39), Riski (14), serta sepasang suami istri Boy Simorangkir (51), dan Jamila Ginting (48).

Kemudian, seorang perempuan bernama Rosmawati (49) juga tewas.

Ditambah, seorang nenek berusia 70 tahun bernama Sehat Tarigan, ibu dari Gobal Sembiring luka-luka.

Sedangkan rumah, sebanyak 8 bangunan mengalami rusak ringan hingga berat.

Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Rantau Isnur Eka mengatakan, seluruh korban sudah dievakuasi.

Saat ini, Brimob Polda Sumut, bersama tim gabungan akan melakukan evaluasi dan analisa titik longsor.

Adapun langkah-langkah yang pertama dilakukan setelah evakuasi, mengisolasi titik longsor.

Sebab, masih ada mahkota longsor atau tebing menganga di atas pemukiman warga.

"Langkah selanjutnya yang akan kami lakukan adalah yang paling utama karena kita analisa dan evaluasi masih ada mahkota longsor. Oleh sebab itu yang paling utama kita melakukan isolasi daerah tersebut dan yang paling utama, untuk menghindari korban lanjutan,"kata Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Rantau Isnur Eka, Rabu (8/4/2026).

Untuk pengikisan tebing retakan, rencananya akan dikikis secara manual oleh personel.

Kenapa manual, lanjut Rantau karena jika menggunakan alat berat dikhawatirkan getarannya menimbulkan retakan tambahan.

Nantinya, jika retakan sudah diratakan akan dilakukan penyisiran area.

"Setelah kita isolasi kita akan menunggu, mengasistensi 2 atau 3 jam ke depan apakah mahkota longsor sudah benar-benar berhenti.  Kalau sudah berhenti, maka kita akan melaksanakan langkah penyisiran, pengikisan mahkota di puncaknya supaya lebih landai,"ungkapnya.

Dalam operasi bencana ini, Sat Brimob Polda Sumut, dan tim gabungan mengerahkan 200 personel.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved