Mi Instan dan Telur Lauk Sahur Berbuka, Suasana Bulan Ramadan di Huntara Asrama Haji Pinangsori
Tidak adanya masjid atau musala di sekitar lokasi membuat mereka kesulitan menjalankan Salat Tarawih berjamaah.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, SIBOLGA - Sejumlah lokasi bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) memiliki kisah berbeda saat menjalani bulan Ramadan. Tinggal di hunian sementara (huntara) Asrama Haji Pinangsori dalam keterbatasan, satu diantaranya adalah Tiur Maida boru Marbun (42), warga Desa Pagaran Honas, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapteng.
Ia bersama keluarganya tinggal di huntara tersebut sembari berjuang hidup dan dipenuhi kekhawatiran. Belum sembuh traumatis akibat bencana pada bulan November 2025 lalu, kini mereka mesti tinggal di huntara tersebut akibat bencana alam.
Sejumlah warga terdampak bencana mesti menjalankan masa puasa di huntara tersebut. Untuk santapan sahur dan berbuka, Tiur mengaku hanya mampu menyediakan lauk sederhana seperti sayur, telur, dan mi instan.
Bantuan lauk pauk yang dijanjikan sebesar Rp 15 ribu per hari dari Kementerian Sosial, menurutnya, hingga kini belum diterima. Selain persoalan kebutuhan pangan, ia juga mengeluhkan jauhnya lokasi rumah ibadah dari hunian sementara.
Tidak adanya masjid atau musala di sekitar lokasi membuat mereka kesulitan menjalankan Salat Tarawih berjamaah.
Baca juga: Tapteng Banjir Lagi, Bupati Masinton Kembali Buka Posko Pengungsi GOR Pandan
"Kami di sini kewalahan untuk beribadah. Jauh masjid, bahkan kami hanya berpatokan dengan handphone untuk mengetahui waktu salat. Kalau di desa dulu masih terdengar suara azan, di sini tidak ada," ujar Tiur Maida boru Marbun dalam video yang diperoleh Tribun Medan, Jumat (20/2/2026).
Memasuki hari kedua Ramadhan, ia dan warga lainnya mengaku belum dapat melaksanakan Salat Tarawih berjamaah. Mereka berharap pemerintah dapat menyediakan fasilitas ibadah yang lebih dekat agar aktivitas keagamaan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Sebagai ibu dua anak yang masih bersekolah, ia juga mengeluhkan beban biaya harian, terutama ongkos sekolah. Sejak bencana melanda, suaminya belum kembali mendapatkan pekerjaan, sehingga kebutuhan keluarga semakin sulit dipenuhi.
Keluhan serupa disampaikan Tulus Parlindungan Sihombing, warga lainnya di huntara. Ia menyebutkan, selain keterbatasan makanan yang didominasi telur dan mi instan, jauhnya rumah ibadah membuat warga tidak dapat melaksanakan Salat Tarawih selama dua hari terakhir Ramadan.
Di tengah harapan akan pemulihan pasca bencana, para warga berharap perhatian dan realisasi bantuan dapat segera diberikan, agar mereka dapat menjalani Ramadan dengan lebih layak dan tenang.
Bobby Bagikan Kain Sarung
Malam pertama Salat Tarawih Ramadan 1447 Hijriah, dihadiri Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution di Masjid Al-Huda, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) , Rabu (18/2) malam.
Ia turut didampingi Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi. Dalam kesempatan tersebut, ia sampaikan, alasan dirinya memilih melaksanakan Salat Tarawih bersama warga terdampak bencana di Hutanabolon adalah untuk memberikan semangat, motivasi, dan harapan kepada para korban agar tetap kuat dan optimistis menjalani ibadah selama Bulan Suci Ramadan.
"Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Kami ingin memberikan dukungan moril kepada warga yang terdampak bencana agar mereka tetap kuat dan tidak kehilangan harapan," ujar Bobby Nasution.
Usai Salat Tarawih, Bobby Nasution juga membagikan kain sarung kepada para jemaah sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan di tengah situasi sulit. Suasana penuh haru dan kebersamaan pun terlihat di antara warga yang hadir.
| Respon Gubsu Bobby Soal Lambatnya Pembangunan Huntara dan Huntap di Tapteng |
|
|---|
| Kisah Penyintas Banjir Tapteng Bangun Huntara Mandiri dan Malam Takbiran dengan Kondisi Gelap Gulita |
|
|---|
| Penyintas Banjir di Tapteng Bangun Huntara Mandiri setelah Disuruh Tinggalkan Pengungsian |
|
|---|
| Tangis Penyintas Banjir Tirawan Pecah, Lemang Jadi Penawar Lara Lebaran dan Bangun Huntara Mandiri |
|
|---|
| Beri Bantuan Korban Longsor, Bupati Tapsel Larang Warga Beternak di Huntara Simatohir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tiur-Maida-boru-Marbun-42-warga-Desa-Pagaran-Honas.jpg)