Medan Terkini

Kisah Penyintas Banjir Tapteng Bangun Huntara Mandiri dan Malam Takbiran dengan Kondisi Gelap Gulita

Bagi penyintas banjir di Hutanabolon, Tukka, Tapteng Hunian Sementara (Huntara) ataupun Huntap dari pemerintah tak lagi ditunggu-tunggu. 

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
HUNTARA MANDIRI - Papan Gang yang bertuliskan Huntara Mandiri di Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng,Jumat (20/3/2026). Ada 7 rumah yang diisi 50 penyintas banjir di sini. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Bagi penyintas banjir di Hutanabolon, Tukka, Tapteng Hunian Sementara (Huntara) ataupun Hunian Tetap (Huntap) dari pemerintah tak lagi ditunggu-tunggu. 

Hal itu terjadi, setelah adanya permintaan tandatangan surat pernyataan dari Pemkab untuk meninggalkan lokasi pengungsian, sebelum Huntara ataupun Huntap selesai.  

Hal itu disampaikan Sapanta Hutagalung saat ditemui di kediaman Huntara yang ia bangun secara mandiri, Jumat (20/3/2026). 

 Diceritakan Sapanta, kesedihan yang ia rasakan di malam takbiran ini bukanlah karena membangun Huntara mandiri. Tetapi, tidak adanya listrik yang masuk ke rumahnya. 

Sapanta mengaku, sudah berkali-kali meminta pemasangan listrik dari satu bulan lalu ke pemerintah setempat. Namun tak kunjung mendapat respon.

"Sedih, bukan sedih lagi, gak bisa dibilangkanlah. Kami sudah bangun Huntara Mandiri. Kami minta untuk pemasangan listrik dari satu bulan lalu tak kunjung dipasang," jelasnya. 

Dikatakan Sapanta di malam takbiran ini, ia bersama keluarganya terpaksa melewatinya dengan gelap-gelapan.

"Seminggu lalu, kita sudah bilang juga ke Camat, katanya bakal dipasang sebelum Lebaran. Tapi, lihatlah ini sudah mau Lebaran tak kunjung dipasang," jelasnya.

Dikatakan Sapanta yang tinggal bersama 10 keluarganya di Huntara yang dibangunnya Mandiri ini mengaku hanya mengandalkan lampu jalan saat berbuka.

"Untunglah ada lampu jalan ini. Jadi nanti mungkin kalau ada makan lemang bersama di malam takbiran di luar, agar dapat pencahayaan," jelasnya.

Diakuinya, lebaran tahun ini, cucunya sempat meminta baju lebaran. Namun, ia pun meminta pengertian kepada cucunya.

"Cucu minta kemarin baju Lebaran, saya bilang sabar-sabarlah dulu. Begini keadaanya. Kalau tahun depan bagus rezeki, kita beli baju Lebaran. Gak ada persiapan Lebaran apapun. Selain alhamdulillah sudah ada rumah untuk tempat tidur yang lebih layak dan pikiran yang tenang itu sudah cukup saat ini,"jelasnya. 

Dikatakannya, untuk memeriahkan Lebaran kali ini, ia bersama warga yang tinggal di Gang Bersama, Huntara Mandiri, membuat lemang.

"Kami buat lemang bersama, Itulah pelipur Lebaran kami. Nanti kami makan di malam takbiran. Walaupun gelap-gelapan semoga berkah," ucapnya.

Ia berharap, pemerintah segera memasang listrik di Huntara yang dibangun secara mandiri.

"Mudah-mudahan listrik kami segera dipasang di Huntara yang kami bangun secara mandiri," tutupnya.

(Cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved