Sumut Terkini
Penyintas Banjir di Tapteng Bangun Huntara Mandiri setelah Disuruh Tinggalkan Pengungsian
Area pengungsian di Simpang Tanah Merah Kelurahan Hutanabolon-Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah terlihat sudah kosong.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Area pengungsian di Simpang Tanah Merah Kelurahan Hutanabolon-Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah terlihat sudah kosong.
Tidak ada lagi tenda-tenda yang bertuliskan Bantuan dari Kementerian Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lain-lain.
Di area yang dulunya dijadikan tempat pengungsian itu, Hanya sisa hamparan datar pasir-pasir serta bambu-bambu panjang bekas penyanggah tenda.
Selain itu ada beberapa bangunan yang tak lagi digunakan penyintas banjir seperti toilet umum yang terlihat lantainya sudah kering, layaknya tidak pernah digunakan lagi.
Area loundry gratis yang sudah tidak ada isinya serta beberapa bangunan Huntara, yang dianggap masyarakat sebagai bangunan dari pemerintah yang gagal.
Pantauan Tribun Medan, para penyintas banjir ini bukan tinggal di tempat kontrakan, melainkan bangun Huntara mandiri di sekitaran alokasi tempat pengungsian lama.
Bahkan, karena kesal janji pemerintah soal huntara atau huntap tak kunjung terlihat, sejumlah penyintas banjir membuat Pamplet gang bernama, Gang Bersama, Huntara mandiri.
Dalam Gang Bersama ini, ada 7 huntara yang dibangun secara bergotong royong dengan penyintas banjir.
Bangunan huntara mandiri ini terbuat dari kayu-kayu gelondongan bekas banjir, atapnya diambil dari seng dan sebagian dari plastik-plastik karung yang dipasang berlapis-lapis.
Selain di gang ini, penyintas banjir ini terpencar-pencar di sudut-sudut jalan Simpang Merah Hutanabolon-Sipange.
Warga terlihat satu persatu menolong tetangganya untuk membangun huntara mandiri ini.
Seorang penyintas banjir yang tinggal di Huntara Mandiri Gang Bersama Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Piltak Sigultom mengatakan,
"Ya kami buat palang ini karena dibangun secara mandiri ternyata ini kami bangun sendiri rumah ini. Kami pindahan dari pengungsian Kemensos Tanah Merah," jelasnya mengawali cerita, Jumat (20/3/2026).
Diceritakan Piltak, kepedihan pasca banjir saat pihaknya diminta untuk menandatangani surat pernyataan untuk pindah dari pengungsian.
"Surat pernyataan itu disuruh pemkab waktu itu berdampingan dengan Camat, malam-malam mereka datang, poinnya menyatakan bersedia keluar dari tenda dan mencari tempat sendiri. Itu isinya," ucapnya.
| Berikut Agenda Presiden Prabowo di Sumut dan Aceh |
|
|---|
| MENANTI Tindak Lanjut Hasil Penggerebekan Gudang BBM Ilegal di Medan, Petugas Temukan 150 Ton Solar |
|
|---|
| Cerita Warga Sibolga: Infrastruktur Dibenahi, Harapan Ekonomi Kembali Tumbuh |
|
|---|
| Pelindo Multi Terminal Siaga saat Lebaran, Pastikan Arus Logistik dan Penumpang Lancar |
|
|---|
| Baut Patah Hingga Ban Belakang Lepas, Bus KUPJ Terguling di Tol Tebingtinggi-Indrapura, 3 Luka-luka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sejumlah-penyintas-banjir-tinggal-di-Huntara-yang-dibangun-mandiri-di-Gang-Bersama.jpg)