Anggota TNI Tewas Dianiaya Senior
SOSOK Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, Anggota Yonif 113/JS Aceh Tewas Diduga Dianiaya Senior
Pratu Farkhan Syauqi Marpaung adalah anggota TNI Angkatan Darat (AD) yang bertugas di Batalyon Infanteri 113/JS Aceh.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
TRIBUN-MEDAN.COM,- Sosok Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, anggota Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti Aceh tewas diduga dianiaya senior.
Bila melihat dari kepangkatannya, Pratu Farkhan Syauqi Marpaung ini kemungkinan lulus Sekolah Calon Tamtama (Secaba) sekitar 2023-2024.
Adapun Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS) tempat Pratu Farkhan Syauqi Marpaung berdinas merupakan satuan militer TNI AD di bawah Kodam Iskandar Muda (Kodam IM) wilayah Aceh.
Baca juga: Tangis Histeris Ibu Pratu Farkhan: Dia Nelepon Saya Sebelum Meninggal
Markas utamanya berada di Jalan Bireuen-Takengon Km 7, Desa Juli, Kecamatan Bireuen, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Kronologis Tewasnya Pratu Farkhan Syauqi Marpaung
Zakaria Marpaung, ayah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung mengungkap bagaimana putra kesayangannya itu tewas diduga dianiaya senior.
Awalnya, kata Zakaria, putranya sedang tidak enak badan.
Lalu, Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menghangatkan tubuh di dekat perapian.
Baca juga: Keluarga Pratu Farkhan Trauma dengan Pakaian Dinas TNI Usai Anaknya Meninggal Diduga Dianiaya Senior
"Datang seniornya berpangkat Sersan, kemudian Sersan itu membantu memijat anak saya," kata Zakaria, ketika ditemui di kediamannya yang ada di Dusun IV, Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Jumat (2/12/2026).
Ketika Pratu Farkhan Syauqi Marpaung tengah dipijat oleh seniornya yang berpangkat Sersan, datang anggota TNI lainnya berpangkat Kopral, yang juga merupakan senior korban.
Selanjutnya, Kopral ini memanggil Pratu Farkhan Syauqi Marpaung.
Baca juga: Duka Ayah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung: Anak Saya Gugur Bukan Oleh Musuh, Tapi Sesama TNI
Kopral tadi kemudian menanyai Farkhan.
"Anak saya diajak ke samping, kemudian disuruh tunduk, lalu dipukul pakai ranting tubuhnya," kata Zakaria.
Ia mengatakan, putranya itu dipaksa mengambil sikap tobat.
Sikap tobat dalam konteks TNI adalah posisi hukuman disiplin, di mana prajurit meletakkan kepala di tanah, mengangkat pantat ke atas tanpa lutut menyentuh ground, serta tangan di pinggang belakang seperti sikap istirahat.
Baca juga: Profil Sherly Annavita, Influencer Asal Aceh yang Jadi Korban Teror Usai Soroti Bencana Sumatera
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pratu-Farkhan-Syauqi-Marpaung-tewas-dianiaya.jpg)