Anggota TNI Tewas Dianiaya Senior

Duka Ayah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung: Anak Saya Gugur Bukan Oleh Musuh, Tapi Sesama TNI

Bukan gugur di medan tempur melawan musuh, melainkan diduga tewas akibat penganiayaan seniornya sendiri

|
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Alif Al Qadri Harahap
Ayah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, Zakaria Marpaung menunjukan foto anaknya sebelum meninggal dunia di perbatasan Indonesia - Papua Nugini, Jumat (2/1/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN- Zakaria Marpaung tak menyangka anaknya, Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, pulang dari Papua dalam keadaan tak bernyawa.

Bukan gugur di medan tempur melawan musuh, melainkan diduga tewas akibat penganiayaan seniornya sendiri saat menjalankan tugas pengamanan perbatasan Indonesia–Papua Nugini.

Kabar duka itu pertama kali diterima Zakaria dari sepupu korban.

Ia diberi tahu bahwa anaknya sempat sakit dan menghangatkan badan di dekat perapian.

Baca juga: Dijanjikan Rp 20 Juta, Kurir 5 Kg Sabu Asal Aceh ini Malah Meringkuk di Penjara Awal Tahun 2026

Baca juga: Debit Air Sungai Batang Serangan Tinggi, Rumah Masyarakat di Langkat Sempat Terendam

Baca juga: Harga Emas Antam Logam Mulia 2 Januari 2026 Naik Tipis Rp 3.000 Per Gram

Tak lama kemudian, seorang senior berpangkat sersan datang menanyakan kondisi Pratu Farkhan.

"Kami dapat informasi dari sepupunya, anak kami ini sakit lalu menghangatkan badan didekat perapian, kemudian datang seniornya berpangkat sersan menanyakan, dibantunya untuk mengusulkan," jelas ayah korban, Zakaria Marpaung, Jumat (2/1/2026).

Namun situasi berubah.

Menurut penuturan keluarga, datang senior lain berpangkat kopral yang kemudian diduga melakukan kekerasan.

Pratu Farkhan dipukul menggunakan ranting dan dipaksa melakukan sikap tobat.

"Setelah dia tunduk taubat, lalu dia ditendang, dia melawan. Aku bangga dengan anakku ini, dia berani melawan membela nyawanya didepan seniornya berpangkat kopral," kata Zakaria dengan suara bergetar.

Sebagai orang tua, Zakaria tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

Ia menilai sesama prajurit TNI seharusnya saling menjaga, terlebih saat bertugas di wilayah rawan seperti Papua.

"Yang aku kecewakan anakku mati ditangan sesama TNI, bukan dipucuk senjata sparatis. Dibawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI ini yang sangat kurang ajar. Tidak ada yang tidak tugas yang namanya ke Papua, mereka menyambung nyawa disana," katanya.

Baca juga: Peluang Jokowi Maafkan Roy Suryo Cs soal Ijazah Palsu, Ketua Bara JP: Pasti Beliau Maafkan Semuanya

Baca juga: Isi Pesan Teror Ancaman DJ Donny, Rumah Dilempar Molotov hingga Bangkai Ayam

Baca juga: 5 Amalan Bulan Rajab Hari Jumat, Insya Allah Pahalanya Menggugurkan Dosa

Zakaria menyebut perbuatan tersebut tak bisa ditoleransi.

Alih-alih menjadi penguat dan pelindung bagi junior, senior justru diduga menjadi penyebab hilangnya nyawa anaknya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved