Anggota TNI Tewas Dianiaya Senior
Keluarga Pratu Farkhan Trauma dengan Pakaian Dinas TNI Usai Anaknya Meninggal Diduga Dianiaya Senior
Ayah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, Zakaria Marpaung mengaku mendapatkan kabar dari keponakannya yang juga bertugas di satuan TNI.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, KISARAN- Prajurit penjaga perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini terpaksa gugur dibawah tangan diduga seniornya yang berpangkat Kopral saat sedang bertugas.
Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (31/12/2025) yang diduga dibawah tangan seniornya yang berpangkat kopral saat sedang bertugas diperbatasan Indonesia - Papua Nugini.
Ayah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, Zakaria Marpaung mengaku mendapatkan kabar dari keponakannya yang juga bertugas di satuan TNI.
Baca juga: Duka Ayah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung: Anak Saya Gugur Bukan Oleh Musuh, Tapi Sesama TNI
Baca juga: Rakor di Aceh, Pemerintah Pusat Puji Kesigapan Bobby Nasution Tangani Bencana
Baca juga: Sumatera Utara Juara Dua Kasus Pembunuhan dan Narkoba se-Indonesia
Kabur tersebut membuat jantung Zakaria nyaris terhenti karena mendengar nyawa anaknya meninggal bukan diujung senjata kelompok sparatis, melainkan di bawah tangan seniornya sendiri.
"Aku bicara hari ini, bukan hanya untuk anakku Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, tapi untuk anak-anak semua yang berada di level terendah di TNI atau tamtama," ujar ayah Korban, Zakaria Marpaung, Jumat (2/1/2025).
Katanya, tantama hingga saat ini masih menjadi bahan Bullyan bagi para seniornya sehingga tidak menutup kemungkinan hingga menjerumus ke kekerasan.
"Aku bukan soal sebagai ayah Pratu Farkhan, tapi aku mewakilkan mamak-mamak, ayah-ayah yang anaknya saat ini mengabdi di TNI. Dimana tanggung jawab seorang pemimpin," katanya.
Ia mengaku, bangga anaknya dapat menjadi TNI, sebab keluarga besarnya berasal dari satuan loreng hijau dan satuan coklat polri.
Namun, dia mengaku trauma dengan pakaian dinas TNI setelah anaknya diduga mengalami penganiayaan oleh seniornya.
"Seragam TNI itu adalah seragam kebangganku, seragam kebanggan anakku. Tapi aku berharap, jangan ada yang pakai baju dinas TNI untuk ke rumah duka kami ini. Aku trauma," katanya.
Baca juga: Kronologi Kades Tewas Diserang Gajah di Lampung, Sempat Kehabisan Amunisi Mercon
Baca juga: Harga Emas Antam Logam Mulia 2 Januari 2026 Naik Tipis Rp 3.000 Per Gram
Baca juga: Alasan Ridwan Kamil Sering Pantun Sebut Nama Aura Kasih, Pengacara Ungkap Hal yang Wajar
Katanya, apabila melihat pria berpakaian dinas, ia mengira bahwa yang datang adalah terduga pelaku berpangkat kopral.
"Aku kalau melihat orang berpakaian dinas, aku merasa kalau yang datang itu si kopral kurang ajar itu," ungkapnya.
"Kalau tidak, jumpakan aku dengan Kopral kurang ajar itu. Biar beradu nyawa aku juga sanggup dengan dia itu," pungkasnya.
Tangis Marsinah, ibu Pratu Farkhan, anggota TNI yang meninggal dunia saat bertugas di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini pecah saat menceritakan tentang sang anak.
Sang ibu tampak tak kuasa menahan duka, tubuhnya sedikit terkulai dengan kepala mendongak ke atas, mulut terbuka lebar seolah meluapkan ratapan yang tertahan.
Pratu Farkhan
Pratu Farkhan Tewas Dianiaya
Pratu Farkhan Syauqi Marpaung
dianiaya senior
TNI
Multiangle
TribunBreakingNews
| Akhirnya Kopda F Terduga Pelaku Penganiayaan Pratu Farkhan Ditahan di Subdenpom XVII/C Timika |
|
|---|
| Fokal IMM Asahan Kutuk Kematian Pratu Farkhan, Desak Panglima TNI Bentuk Tim Investigasi |
|
|---|
| TNI AD Buka Suara Kematian Pratu Farkhan Marpaung, Selidiki Dugaan Keterlibatan Senior |
|
|---|
| Terduga Pelaku Penganiayaan Pratu Farkhan Marpaung Diamankan, Ayah Korban Kesal |
|
|---|
| Jenazah Pratu Frakhan Marpaung Bisa Dilihat Keluarga, Zakaria Masih Bisa Tegar, Marsinah Histeris |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pratu-Farkhan-Syauqi-Marpaung-semasa-hidup-dan-bertugas-di-satuan-TNI.jpg)