Banjir dan Longsor di Sumut
Ferry Irwandi Akhirnya Bisa Bawa Bantuan untuk Warga Sumatera, Dapat Bantuan Pesawat Polri
Mereka pun membawa sekitar 2,6 ton bantuan untuk warga Sumatera korban bencana hingga mendarat ke Bandara Internasional Kualanamu.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Konten kreator dan aktivis sosial Ferry Irwandi berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp 10,3 Miliar untuk warga Sumatera terdampak bencana alam banjir dan longsor.
Dana sebanyak itu berhasil dikumpulkan Ferry dalam kurun waktu 24 jam, melalui platform dengan kitabisa.com.
Namun, ketika donasi terkumpul dan bantuan sudah dibelanjakan, Ferry dan relawan sempat kesusahan mengangkut bantuan yang tujuannya ke Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat.
Semua pesawat tujuan 3 provinsi tersebut sibuk melayani penerbangan.
Baca juga: Awal Mula Berpindahnya Sungai Garoga, Tsunami Kayu Hilangkan Desa Perbatasan Tapsel
Baca juga: Layanan Ganti Oli Motor Gratis untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut, Ini Lokasinya
Baca juga: Titiek Soeharto Sentil Menhut soal Bencana di Sumatera: Jangan Terus-menerus Menyalahkan Curah Hujan
Ferry mengatakan, sampai akhirnya mereka dihubungi pihak Mabes Polri yang menawarkan bantuan menggunakan pesawat milik Polri dengan tujuan ke Kualanamu.
Mereka pun membawa sekitar 2,6 ton bantuan untuk warga Sumatera korban bencana hingga mendarat ke Bandara Internasional Kualanamu.
Bahkan, lanjut Ferry, mereka juga dibantu personel Polda Sumut mulai dari membongkar barang dan menjaga.
Kenapa ke Kualanamu, karena bandara ini merupakan pusat terdekat untuk mengirim bantuan baik ke Aceh Tamiang, Tapanuli hingga Sumatera Barat.
"Kemudian kita dihubungi, ternyata kita dapat bantuan dari Ditpolairud membawa 2,6 ton dan itu sangat membantu sekali. Termasuk dalam drop, loading teman-teman di Medan dan Polda Sumatera Utara yang membantu untuk menjaga,"kata Ferry Irwandi, Kamis (4/12/2025).
Ferry menyebut, hari ini bantuan yang terdiri dari makanan siap makan, pakaian, pampers segera didistribusikan.
Pertama, satu truk bantuan langsung dikawal personel Polda Sumut dikirim ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh sebagai wilayah yang masih sulit dijangkau.
Mereka memfokuskan daerah-daerah, khususnya pedesaan yang banyak belum mendapat bantuan secara maksimal.
Untuk Aceh, bantuan juga akan dikirim melalui jalur laut untuk menjangkau wilayah pesisir.
Baca juga: Resep Sup Brenebon Kaki Babi untuk Sajian Natal dan Tahun Baru
Baca juga: Keluh Kesah Warga Desa Garoga saat Bertemu Gibran: Bagaimana Masa Depan Desa Kami?
Baca juga: AZIZ Hutagalung Lega Ibunya Selamat dari Banjir Bandang di Tapteng, Seminggu Hilang Kontak
Begitu juga dengan Desa Tualang, Kabupaten Langkat, menjadi prioritas.
"Supaya cepat tersalurkan dan fokus utama kita titik-titik yang memang minim bantuan yang terisolasi. Tamiang daerah yang kita prioritaskan, karena sudah ada masukan juga kemarin dan teman-teman relawan sudah masuk ke sana."
| Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan |
|
|---|
| Kunjungi Tapteng, Titiek Soeharto dan Kapolri Bawa Bantuan 16 Truk: Semoga Bisa Bermanfaat |
|
|---|
| 33 Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah Masih Belum Ditemukan, Begini Kata Basarnas |
|
|---|
| Kepastian Akan Ada Tersangka Banjir Bandang Garoga, Kejagung Terus Dalami Keterlibatan PT TBS |
|
|---|
| Dana Bansos dari Kemensos Tak Kunjung Cair, Warga Hutanabolon Tapteng Masih Tunggu Janji Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Konten-kreator-dan-aktivis-sosial-Ferry-Irwandi-ketika.jpg)