Banjir dan Longsor Tapteng
Presiden Prabowo Tiba di Silangit, Langsung Naik Helikopter Menuju Tapteng
Helikopter tersebut membawa Presiden menuju sejumlah lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di Tapanuli Tengah
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, SILANGIT- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Bandara Internasional Sisingamangaraja XII, Silangit, Sumatera Utara, sekitar pukul 07.55 WIB, Senin (1/12/2025).
Begitu pintu pesawat terbuka, Presiden Prabowo menuruni tangga pesawat dan langsung menaiki helikopter Caracal yang telah bersiap di sisi landasan.
Helikopter tersebut membawa Presiden menuju sejumlah lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di Tapanuli Tengah (Tapteng), salah satu wilayah paling parah terkena dampak cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju wilayah terdampak bencana banjir di Pulau Sumatra termasuk di Sumatera Utara hari ini Senin, (1/12/2025), sekitar pukul 06.00 WIB.
Presiden bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.
Kunjungan Presiden untuk memastikan seluruh upaya penanganan bencana berjalan dengan optimal.
Pada kunjungan ini, Presiden diagendakan meninjau langsung kondisi lapangan termasuk situasi di titik-titik yang mengalami kerusakan serta gangguan layanan dasar.
Baca juga: 3 Kecamatan di Medan Utara Berpotensi Terendam Banjir Rb, BMKG: Tidak Perlu Panik
Presiden Prabowo juga akan memastikan bahwa langkah-langkah darurat telah dilaksanakan sesuai standar penanganan bencana yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Pemerintah juga tengah menyiapkan langkah pemulihan infrastruktur dasar, termasuk akses jalan, jembatan, energi, telekomunikasi, serta layanan kesehatan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah meminta seluruh jajaran untuk bekerja cepat dalam penanganan agar dampak bencana dapat diminimalkan.
Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan wilayah bencana yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Baca juga: Kayu Gelondongan di Balik Banjir Sumut, Bupati Tapsel Bicara Kemenhut Kembali Beri Izin Korporasi
Pemerintah terus berupaya menanggulangi bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Berdasarkan catatan BNPB hingga Minggu petang (30/11/2025) bencana tersebut telah menyebabkan 442 korban meninggal dunia dan 402 jiwa masih dinyatakan hilang di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Adapun rinciannya 217 meninggal dunia di Sumatera Utara. Korban meninggal dunia ini tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.
Sementara itu untuk korban hilang meningkat menjadi 209 orang dibanding hari sebelumnya setelah, banyak yang melaporkan kehilangan keluarga kepada petugas di tiap-tiap posko daerah di Sumut.
Baca juga: Harta Kekayaan Letjen Suharyanto, Kepala BNPB Sebut Banjir Sumatera Belum Termasuk Bencana Nasional
| Tangis Yustina Pecah Karena Sudah Dua Minggu Tak Bisa ke Gereja: Baju Habis, Rumah Hancur |
|
|---|
| UPDATE Penanganan Bencana di Tapanuli Tengah 7 Desember: Meninggal Dunia 102 Orang, 33 Masih Hilang |
|
|---|
| Banjir di Hutanabolon Tapteng Datang Seperti Tsunami, Menyambut Natal Dengan Air Mata |
|
|---|
| Masih Banyak Korban Hilang, Bupati Tapteng Masinton: Alat Berat Kita Terbatas, Butuh Bantuan Pusat |
|
|---|
| 10 Jam Joni dan Andre Berjalan Kaki ke Pandan Ambil Obat-obatan untuk Dibawa ke Hutanabolon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Presiden-Republik-Indonesia-Prabowo-Subianto-tiba-di-Bandara-Internasional.jpg)