Banjir dan Longsor Tapteng
UPDATE Penanganan Bencana di Tapanuli Tengah 7 Desember: Meninggal Dunia 102 Orang, 33 Masih Hilang
Kondisi Terkini dan Upaya Penanggulangan Banjir Bandang dan Longsor di Tapanuli Tengah (Tapteng)
TRIBUN-MEDAN.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali memperbarui data korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
Bencana ini telah menimbulkan dampak besar bagi masyarakat dan infrastruktur di daerah tersebut.
Menurut laporan Tim Posko Penanggulangan Bencana Banjir Bandang dan Longsor Tapanuli Tengah hingga Minggu (7/12/2025), tercatat sebanyak 102 orang meninggal dunia akibat bencana ini, sementara 33 orang masih dalam pencarian.
Jumlah pengungsi yang terdampak mencapai 18.331 orang yang tersebar di berbagai lokasi pengungsian.
Ketersediaan Logistik dan Infrastruktur
Sementara, stok logistik yang tersedia diperkirakan cukup untuk kebutuhan selama tiga hari ke depan.
Suplai bahan bakar minyak (BBM) mulai lancar terdistribusi ke seluruh SPBU, namun suplai LPG dan air bersih masih terbatas.
Air bersih didistribusikan menggunakan tangki ke daerah-daerah yang membutuhkan.
Sarana komunikasi sudah tersambung, meskipun masih terbatas jangkauannya di beberapa area.
Listrik juga sudah menyala secara bertahap, kecuali di jaringan yang terdampak longsor.
Wilayah Terisolir dan Akses Jalan
Sebanyak 19 desa atau kelurahan dari 215 desa/kelurahan di Tapanuli Tengah masih terisolir akibat longsor dan banjir.
Wilayah terisolir tersebut tersebar di beberapa kecamatan, antara lain:
- Kecamatan Kolang: Simarpinggan, Pargaringan
- Kecamatan Lumut: Sialogo
| Tangis Yustina Pecah Karena Sudah Dua Minggu Tak Bisa ke Gereja: Baju Habis, Rumah Hancur |
|
|---|
| Banjir di Hutanabolon Tapteng Datang Seperti Tsunami, Menyambut Natal Dengan Air Mata |
|
|---|
| Masih Banyak Korban Hilang, Bupati Tapteng Masinton: Alat Berat Kita Terbatas, Butuh Bantuan Pusat |
|
|---|
| 10 Jam Joni dan Andre Berjalan Kaki ke Pandan Ambil Obat-obatan untuk Dibawa ke Hutanabolon |
|
|---|
| Keluarga Rosma Zebua Terjebak di Hutan Hutanabolon, Cuma Makan Nangka Muda dan Minum Air Hujan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bupati-tapteng-bagikan-bantuan-bencana.jpg)