Banjir dan Longsor di Sumut

Tapteng dan Sibolga Masih Banjir, SAR: Belum Bisa Update Data karena Jaringan Terputus 

Dijelaskan Putu, dirinya belum bisa update data korban bencana alam karena jaringan timnya yang ada di Sibolga dan Tapteng terputus sejak pagi tadi.

|
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
Tribunnews.com
Petugas Sar sedang mengevakuasi warga Kota Sibolga dari bencana banjir bandang. Hingga Saat ini ada 8 orang yang dinyatakan meninggal dunia. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kepala SAR Nias, Putu Arga Sudjarwadi mengatakan, kondisi terkini Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga masih banjir hingga hari ini, Kamis (27/11/2025). 

Dirinya belum bisa update data korban bencana alam karena jaringan timnya yang ada di Sibolga dan Tapteng terputus sejak pagi tadi.

"Sampai saat ini masih banjir. Tim kami masih terus lakukan evakuasi. Namun memang belum bisa update data karena jaringan komunikasi terputus sejak pagi tadi," jelasnya kepada Tribun Medan, Kamis (27/11/2025). 

Baca juga: Polres Pelabuhan Belawan Pantau Situasi Banjir dan Salurkan Bantuan kepada Warga Terdampak

Baca juga: Banjir Parah Rendam Ratusan Rumah di Medan Maimun, Ketinggian Air Capai Atap Rumah

Baca juga: Hari Ini, 17 Perjalanan KA Srilelawangsa Medan-Binjai Dibatalkan karena Rel Ambles akibat Banjir

Putu menjelaskan, ada beberapa titik di Kota Sibolga dan Tapteng yang masih butuh banyak pertolongan.

"Ada beberapa titik, tapi kami gak bisa update dengan tim kami karena jaringan terputus. Yang pasti, sampai saat ini tim kami masih evakuasi," katanya. 

Diketahui, sebanyak 8 orang meninggal dunia dan 21 orang hilang  akibat dari banjir dan longsor  di Kota Sibolga.

Berdasarkan data yang Tribun Medan dapatkan 8 orang yang meninggal itu  berada di Jalan Perjuangan 2 orang, Jalan Sutoyo LK I Pasar Baru 2 orang, Jalan Masjid Budi Sehati 2 orang, Lapo Uci 2 orang.

Sementara data korban hilang berada di tujuh titik yakni Jalan Perjuangan 2 orang, Jalan Beo 1 orang, Lapo Uci 1 orang, Jalan Murai 10 orang,  Jalan Kenanga (Aek Habil) 7 orang lebih. 

"Korban lost contact M. Azhar Hasibuan (Ketua Pengadilan Agama Sibolga) sempat hilang tapi  telah tiba di Posko SAR (Markas Kopi) bersama keluarga," katanya.

Pihaknya menggerakkan seluruh personil untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh warga.

"Titik lokasi yang terdampak banjir terdiri dari  Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Tapian Nauli, Kolang," katanya.

Sementara, tanah longsor terjadi di 7 titik antara lain : Badiri, Sibabangun, Lumut, Sarudik, Tapian Nauli.

Saat ini banjir masih terus berlanjut. Dan tinggi airnya selutut orang dewasa. Adapun lokasi banjir terdiri dari  Jalan Sibuluan Nauli (Tugu Ikan),   dan Simpang Tukka- Sibuluan Baru dan Pondok Batu.

Sementara Jembatan Fransiskus putus dan longsor Matauli. Namun alat  alat berat sudah mulai bekerja.

"Saat ini pengungsi di GOR Pandan  kurang lebih 200 orang dan  terus bertambah," jelasnya.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Jalur Karo-Medan Tertutup Pohon Tumbang Sejak Pagi

Baca juga: AKBP Basuki Tertangkap CCTV Keluar Masuk Kostel 5 Kali saat Hari Kematian Dosen Levi

Baca juga: Duduk Perkara Security KAI Dipecat Karena Botol Minum Seharga RP 300 Ribuan Penumpang Hilang

Berikut Jumlah KK Terdampak di Sibolga dan Tapteng

* Pandan: 150 KK
* Sarudik: 338 KK
* Barus: 65 KK
* Kolang: 1.261 KK
* Tukka: 10 KK
* Lumut: 78 KK

(cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved