Berita Viral

AKBP Basuki Tertangkap CCTV Keluar Masuk Kostel 5 Kali saat Hari Kematian Dosen Levi

AKBP Basuki keluar masuk kamar lebih dari lima kali tanpa berbuat sesuatu dan tampak bingung pada Senin 17 November. 

Istimewa
PACARAN - AKBP Basuki akhirnya mengakui memang ada hubungan dengan dosen Untag. Mereka pacaran sudah lima tahun sejak 2020. 

TRIBUN-MEDAN.com - Penyidik telah memiliki dua alat bukti yang cukup terkait dugaan pelanggaran pidana oleh AKBP Basuki lewat rekaman kamera CCTV.

AKBP Basuki keluar masuk kamar lebih dari lima kali tanpa berbuat sesuatu dan tampak bingung pada Senin 17 November. 

Kasus kematian janggal dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang,  Dwinanda Linchia Levi (35) kini mulai menemukan titik terang. Kepolisian telah menaikkan status kasus ini ke penyidikan.

Kuasa Hukum Keluarga Dosen Levi, Zainal Petir menyakini  AKBP Basuki bakal ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Korban Tewas Banjir dan Longsor di Sumut Bertambah Jadi 34 Orang, 52 Hilang

AKBP Basuki merupakan kekasih dari dosen Levi yang berada di lokasi kejadian saat korban ditemukan tewas di sebuah kamar nomor 210 kos-hotel (kostel)  di Jalan Telaga Bodas Raya Nomor 11 Karangrejo, Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (17/11/2025) lalu.

"Artinya sudah ada calon tersangka, siapa lagi kalau bukan AKBP B perwira menengah Polda Jateng," kata Petir kepada Tribun, Kamis (27/11/2025).

Petir mengungkap, penyidik telah memiliki dua alat bukti yang cukup terkait dugaan pelanggaran pidana oleh AKBP Basuki di antaranya dari rekaman kamera CCTV di kostel tersebut.

AKBP Basuki dan Dosen ketika kejadian sedang berdua dalam satu kamar di lantai dua kostel tersebut.

Baca juga: Waspadai Penyakit saat Banjir, Ada yang Menular Lewat Air dan Hewan Pembawa Bakteri

Petir menambahkan, AKBP Basuki keluar masuk kamar lebih dari lima kali tanpa berbuat sesuatu dan tampak bingung pada Senin 17 November sekitar pukul 03.00 dinihari.

Informasi yang diterima dirinya, AKBP Basuki baru melaporkan ke polisi pada pukul 10.00.

"Nah apakah jam itu doktor Levi sudah meninggal atau lagi kondisi kritis. Ini yang perlu didalami oleh penyidik," paparnya.

Menurut Petir, hasil rekaman CCTV tersebut perlu didukung pula oleh hasil autopsi. Namun, petir menyebut, hasil autopsi belum keluar.

Pihaknya hanya mendapatkan informasi kasus ini juga akan ditangani ahli toxikologi forensik untuk mengetahui cairan yg ada di jaringan di tubuh korban.

Baca juga: AKHIRNYA Insanul Fahmi Ngaku Sudah Nikah Siri dengan Inara Rusli Usai Istri Sah Bongkar Video Zinah

Adapula ahli patologi anatomi untuk mengetahui struktur dan jaringan tubuh dalam identifikasi penyebab kematian. "Ya semoga lekas ada titik terang," ucapnya.

Di sisi lain, ia meyakini AKBP Basuki akan disanksi berat dalam sidang kode etik. Sidang tersebut masih menunggu persetujuan dari Kapolda Jateng.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved