Breaking News

Berita Nasional

MUI Minta Menlu Buktikan BoP Ada Gunanya, Menaruh Harapan Besar Bebaskan 9 WNI Ditangkap Israel

Ketua MUI Bidang Ukhuwah KH Zaitun Rasmin meminta Menteri Luar Negeri Sugiono untuk membebaskan 9 WNI yang ditangkap Israel.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Kolase Instagram @globalpeaceconvoy
WNI DITANGKAP ISRAEL - Data terbaru jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh militer Israel Mereka tersebar pada lima kapal kemanusiaan berbeda dalam rombongan Global Sumud Flotilla (GSF). 

TRIBUN-MEDAN.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta bukti bergunanya Indonesia bergabaung dengan Board of Peace (BoP) untuk membebaskan 9 WNI yang ditangkap Israel.

Ketua MUI Bidang Ukhuwah KH Zaitun Rasmin meminta Menteri Luar Negeri Sugiono untuk membebaskan 9 WNI yang ditangkap Israel.

Permintaan tersebut disampaikan Zaitun dalam agenda pernyataan sikap MUI untuk menanggapi situasi darurat terkait penculikan Warga Negara Indonesia (WNI) peserta Global Sumud Flotilla oleh Israel.

"Diharapkan Menteri Luar Negeri bisa bersama dengan tujuh negara Islam lainnya yang selama ini selalu koordinasi dalam BoP. Ini kita minta dibuktikan bahwa BoP itu ada gunanya," kata Zaitun dalam konferensi pers di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (21/5/2026). 

Baca juga: Erin Benarkan Tahan Ponsel ART di Rumahnya, Bantah Persulit Komunikasi, Anak Nur Terus Cari Ibunya

MUI Minta Guna BOP
Ketua MUI Bidang Ukhuwah KH Zaitun Rasmin dalam agenda pernyataan sikap MUI untuk menanggapi situasi darurat terkait penculikan Warga Negara Indonesia (WNI) peserta Global Sumud Flotilla oleh Israel, di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (21/5/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

MUI menaruh harapan besar Kementerian Luar Negeri dapat memanfaatkan komunikasi dengan tujuh negara Islam lainnya lalu mendesak Amerika untuk memerintahkan Israel membebaskan semua sandera. 

"Karena sepatutnya zionis ini mendengarkan kata-kata dari Amerika dan sepatutnya Presiden Amerika Donald Trump mendengarkan delapan negara Islam yang telah mendukung BoP tersebut," ucapnya.

Jika BoP tidak bisa bertindak, MUI berharap Presiden RI Prabowo Subianto menyelesaikan permasalahan ini secepatnya agar tidak berisiko terhadap keselamatan 9 WNI tersebut.

Baca juga: KPK Ungkap Buruknya Pengelolaan Program MBG, Rekrutmen Tak Transparan, Rp 12 T Mengendap di Yayasan

 "MUI meminta bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo Subianto secepat-cepatnya bila masalah ini tidak terselesaikan. Kita khawatir kalau semakin lama ini berisiko karena mungkin saja ada perlakuan-perlakuan buruk," kata dia.

Zaitun menuturkan, MUI akan mengirimkan surat kepada Kementerian Luar Negeri, Presiden, PBB, OKI, dan semua organisasi-organisasi yang dipandang dapat membantu penyelamatan 9 WNI tersebut.

"Termasuk kami meminta MUI, pimpinan MUI akan memprakarsai pertemuan dengan lembaga-lembaga yang peduli terhadap kemanusiaan khususnya di Palestina, baik di tingkat ASEAN maupun di luar ASEAN untuk bersama-sama juga secara aktif menyuarakan perjuangan ini," kata dia. 

Baca juga: NASIB ASN Arogan di Tuban yang Aniaya 4 Petugas SPBU Tak Sabar Antre Divonis 8 Bulan Penjara

WNI ditangkap Israel

Sebagai informasi, 9 WNI yang terdiri dari empat jurnalis dan lima aktivis ditangkap tentara Israel saat menjalankan misi pelayaran kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla 2.0.

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia, Rabu (20/5/2026) sembilan WNI tersebut telah mengirimkan pesan darurat (SOS) berupa video pernyataan mereka ditangkap.

Mereka ditangkap pada waktu yang berbeda. Andi, Rahendro, Andre, Thoudy dan Abeng ditangkap pada Senin (18/5/2026). 

Herman dan Ronggo sebetulnya sempat menyatakan diri lolos dari intersepsi Israel pada saat lima WNI lainnya ditangkap.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved